Waduh! 3 Juta Data Konsumen VW dan Audi Dicuri

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 08:59 WIB
WOLFSBURG, GERMANY - DECEMBER 04: A Volkswagen t-roc is presented in one of the twin car towers at the Volkswagen Autostadt visitors center on December 4, 2018 in Wolfsburg, Germany. Volkswagen, Germanys biggest carmaker, has been embroiled in a costly emissions scandal after it installed illegal software in millions of its cars. The car giant announced recently that the company will face a difficult year in 2019 due to ongoing court cases stemming from the software, designed to manipulate emissions in diesel cars, which has so far cost the company EUR 28 billion in fines and costs. (Photo by Carsten Koall/Getty Images)
Foto: Getty Images/Carsten Koall
Jakarta -

Perusahaan grup otomotif Volkswagen (VW) melaporkan bahwa lebih dari 3 juta data konsumen diduga telah dicuri oleh perusahaan luar atau vendor yang bekerja sama dengan pembuat mobil.

Melansir dari CNN, Senin (14/6/2021), data tersebut berisikan informasi terkait kontak dasar pelanggan VW dan Audi di Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang berisi nomor Surat Izin Mengemudi (SIM), alamat email, nomor telepon, dan dalam beberapa kasus nomor kendaraan.

Volkswagen mengaku terdapat sekitar 90 ribu konsumen di AS yang sebagian besar merupakan konsumen Audi, memiliki informasi sensitif. Dalam kebanyakan kasus, informasi tersebut termasuk nomor SIM dan, dalam sejumlah kecil kasus, nomor Jaminan Sosial, nomor akun VW atau Audi dan tanggal lahir.

Perusahaan ini mengatakan akan menawarkan perlindungan kredit gratis kepada konsumen yang informasi sensitifnya telah dicuri.

VW menjelaskan, data-data yang dicuri tersebut juga terdapat data orang-orang yang hanya bertanya tentang pembelian kendaraan Audi atau VW yang telah dikumpulkan antara tahun 2014 dan 2019. Data-data informasi pribadi tersebut telah dikumpulkan dan disimpan untuk tujuan pemasaran, dan tertinggal dalam file yang tidak aman.

"Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh pelanggan kami saat ini atau calon pelanggan kami," kata VW US dalam sebuah pernyataan.

"Seperti biasa, kami menyarankan agar individu tetap waspada terhadap email mencurigakan atau komunikasi lain yang mungkin meminta mereka untuk memberikan informasi tentang diri mereka atau kendaraan mereka."

(fdl/fdl)