RI Tuan Rumah KTT G20, Airlangga Minta Tambahan Anggaran Rp 108 M

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 13:17 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Screenshoot/detikcom
Jakarta -

Indonesia akan menjadi Presidensi G-20 atau tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin Sherpa Presidensi G-20 tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut, Airlangga mengusulkan tambahan anggaran hingga Rp 108,1 miliar kepada DPR RI.

"Ada penugasan tambahan yaitu terkait dengan penyelenggaraan kegiatan sherpa presidensi G-20 sebagaimana amanat Kepres No.12 tahun 2021 itu sebesar Rp 62 miliar, dan tambahan kebutuhan komite PC-PEN Rp 15 miliar, dan food estate (Rp 5 miliar). Berdasarkan kebutuhan tersebut, Kemenko (ekonomi) mengajukan usulan tambahan Rp 108,1 miliar," ujar Airlangga dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (14/6/2021).

Selain tambahan tanggung jawab di atas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga punya kebutuhan-kebutuhan lain terkait Layanan Dukungan Manajemen antara lain menyangkut Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional terkait Penyederhanaan Birokrasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 3 miliar, Layanan Publikasi sebesar Rp 15 miliar, Layanan Infrastruktur dan juga terkait dengan Komputerisasi dan Peralatan Kesehatan sebesar Rp 8 miliar. Oleh karena itu, usulan tambahan anggarannya sebesar Rp 108,1 miliar.

Bila ditotal dengan total pagu Indikatif berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang sebesar Rp 394,9 miliar, maka total anggaran yang diusulkan Airlangga untuk tahun 2022 menjadi Rp 503,01 miliar. Anggaran itu nantinya akan dibagi kepada 2 program kerja utama yakni Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Dukungan Manajemen.

"Jadi dari anggaran semula itu ditambahkan Rp 108,1 miliar sehingga total anggaran koordinasi pelaksanaan kegiatan menjadi Rp 251,34 miliar, dukungan manajemen Rp 251,5 miliar dan total anggaran yang dimintakan Rp 503,01 miliar," paparnya.

(eds/eds)