Pangkas Jumlah BUMN 143 Jadi 41, Erick Thohir Singgung 'Sapi Perah'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 21:55 WIB
Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.
Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo: Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dirinya ingin merapikan BUMN. salah satu caranya dengan memangkas jumlah BUMN.

Menurut Erick, jumlah BUMN yang pernah mencapai 143 perusahaan tidak efektif. Saat ini saja hanya sekitar 10 BUMN saja yang devidennya besar dan dinikmati negara.

"BUMN ini saatnya kita rapikan, buat apa kita punya 143 BUMN? Toh devidennya cuma dari 10 BUMN," ujar Erick dalam Halal Bil Halal Majelis Nasional KAHMI, Senin (14/6/2021).

Apalagi banyak BUMN yang tidak sehat, dan hanya akan menjadi sapi perah.

"Kalau jumlahnya banyak tapi banyak yang nggak sehat, nggak ada hasilnya, akhirnya jadi apa? Jadi sapi perah," tegas Erick.

Oleh sebab itu Erick memangkas jumlah BUMN demi efisiensi. Dia mengklaim dari 143 BUMN kini hanya tersisa 41 BUMN saja.

"Kami sejak awal beranikan diri, BUMN ini nggak usah banyak-banyak sampai 143, kita jadikan hanya 41. Dari 27 klaser tinggal 12 klaster," papar Erick.

Dia meminta BUMN di 12 klaster ini bisa bersaing dengan baik, bahkan dengan perusahaan dari luar negeri. Dua klaster terbaik menurutnya adalah klaster perbankan dan telekomunikasi.

Pada klaster perbankan setidaknya ada 3 bank yang masuk ke dalam jajaran Fortune 500. Ini adalah daftar perusahaan bergengsi internasional. "Di Himbara kita ada 3 bank masuk Fortune 500, jadi perusahaan besar. Ada Mandiri, BRI, BNI," jelasnya.

Di sisi lain, di era banyak perusahaan teknologi merger Erick menilai klaster telekomunikasi Indonesia masih tetap kuat. Dia mengklaim Telkomsel masih lebih besar dibanding perusahaan teknologi lain di Indonesia.

(hal/hns)