Jho Low, Koruptor Skandal 1MDB Dituntut Pemerintah AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 08:24 WIB
Jho Low
Foto: ist.
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan baru untuk buronan Jho Low dan mantan anggota Fugees. Hal ini terkait dengan skandal 1MDB yang nilainya mencapai miliaran dolar AS.

Dikutip dari BBC disebutkan Low dan Prakazrel "Praz" Michel ini dituduh melakukan aksi terselubung untuk membuat pemerintahan Trump membatalkan penyelidikan.

1MDB merupakan lembaga dana investasi yang didirikan oleh pemerintah Malaysia dan mengalami kerugian miliaran dolar AS karena penipuan. Low disebut menjadi otak kejadian tersebut bahkan membantu menggulingkan pimpinan Malaysia.

Jho Low juga disebut menyalahgunakan dana 1MDB untuk membeli real estat mewah di Berverly Hills, New York dan London hingga sebuah hotel butik yang juga terletak di Beverly Hills.

Low juga dituduh menjadi dalang penjarahan senilai ratusan dolar AS dari lembaga dana investasi tersebut. Dia dituduh membelanjakan dana tersebut untuk membeli kapal pesiar hingga karya seni berharga tinggi.

Kemudian ada juga tuduhan pencucian uang di lingkaran keluarga, lembaga keuangan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Swiss, Singapura dan Luksemburg.

Michel dan Low sebelumnya didakwa karena diduga menyusun dan menyembunyikan skema ilegal dan menyalurkan jutaan dolar AS untuk pendanaan pemilihan presiden AS.

Lalu Michel juga didakwa karena membuat pernyataan palsu ke bank. Jika mereka bersalah maka Low akan menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara. Kemudian Michel bisa menghadapi 20 tahun penjara.

Pada era 1990an Michel dikenal sebagai anggota Fugees, trio hip hop termasuk Lauryn Hill dan Wyclef Jean. Mereka punya hits yang meledak di pasaran seperti Killing Me Softly dan Ready or Not.

(kil/fdl)