Utang Luar Negeri RI Hampir Rp 6.000 Triliun!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 18:00 WIB
Infografis mengintip utang luar negeri Indonesia
Foto: Infografis detikcom/Denny
Jakarta -

Utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat mengalami perlambatan pertumbuhan pada akhir April 2021. Dari catatan Bank Indonesia (BI) ULN Indonesia tercatat US$ 418 miliar atau setara dengan Rp 5.935 triliun tumbuh 4,8% lebih lambat dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya 7,2%.

Perlambatan ini disebut terjadi karena mulai melambatnya posisi ULN swasta dan ULN pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan Posisi ULN Pemerintah di bulan April 2021 tercatat sebesar US$ 206 miliar atau setara dengan Rp 2.925 triliun, relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN Pemerintah.

Sementara itu untuk ULN swasta per April 2021 tercatat 1,2% melambat dibandingkan bulan sebelumnya 2,6%. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN lembaga keuangan yang terkontraksi semakin dalam sebesar 8,8% dari kontraksi 6,6% pada bulan sebelumnya.

"ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas," kata dia dalam siaran pers, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan sektornya, utang luar negeri swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 77,2% dari total ULN swasta.

Erwin menyebutkan ULN Indonesia pada April 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,9%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 39,1%.

"Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 89,2% dari total ULN," jelas dia.

Dalam rangka menjaga agar struktur utang luar negeri tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Lihat juga video 'Utang Pemerintah Meroket, Per April 2021 Capai Rp 6.527 T':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)