Logistik Makin Lancar, Pelabuhan Kapal Kargo Cilegon-Sabang Terintegrasi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 07:05 WIB
Kapal kargo raksasa yang membawa 12 gerbong kereta MRT Jakarta telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS) menjalin kerja sama untuk mengoptimalkan integrasi pengelolaan pelabuhan.

Kerja sama ini juga bertujuan untuk membangun dan mewujudkan konektivitas maritim khususnya dalam aktivitas dry bulk cargo di pelabuhan-pelabuhan laut antar Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Bebas Perdagangan, dan Kawasan Industri Strategis lainnya

Langkah KBS ini diapresiasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Direktur Utama PT. KBS Akbar Djohan turut menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan yang kuat dari Kemenko Marves tersebut.

"Kami sambut baik dan terus bekerja untuk mengintegrasikan poros logistik maritim. Sangat apresiasi yang telah diberikan oleh Kemenko Marves kepada KBS dan turut serta dalam menindaklanjuti kerjasama yang telah kami bangun bersama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Lewat kerjasama ini, harapannya kita semua dapat menghadirkan jasa logistik yang terintegrasi dan efektif dan terbaik dalam pelayanan. Dengan begitu, kita bisa menciptakan pembangunan pada konektivitas maritim di wilayah perairan strategis di Indonesia secara lebih optimal," ujar Akbar, Rabu (16/6/2021).

Akbar juga menyampaikan kawasan perairan Cilegon-Banten dan Sabang di Aceh yang sangat dekat dengan Selat Malaka adalah salah dua poros logistik maritim yang sangat strategis di Indonesia.

Sehingga revitalisasi dan pembangunan di area tersebut adalah perlu dilakukan guna mencapai kedaulatan maritim Indonesia yang semakin kuat dan turut membantu pemerintah untuk pemenuhan target rencana strategis dalam hal pelayanan jasa moda transportasi laut bidang logistik kepada masyarakat.

"Kami terus menyusun roadmap jangka panjang dan mengambil langkah-langkah strategis positif lainnya dan menciptakan kemitraan yang kolaboratif baik dengan pemerintah dan stakeholder lainnya agar kita bisa dapat terus menghadirkan jasa logistik yang terbaik bagi masyarakat Indonesia dan terus menyiapkan infrastruktur guna mengoptimalkan arus logistik di Indonesia," kata Akbar yang juga Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

(fdl/fdl)