3 Tahun Grab Garap Ekonomi Digital di Perbatasan, Apa yang Berubah?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 11:21 WIB
Transaksi Grabfood
Foto: dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Perusahaan teknologi Grab Indonesia menjadi aplikasi digital pertama yang hadir di Tarakan sejak 2018. Tercatat sudah tiga tahun perusahaan decacorn ini memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial bagi sebuah kota kecil di Provinsi Kalimantan Utara ini. Lantas apa saja yang sudah berubah?

Menurut Region Head Kalimantan dan Rest of Indonesian Grab Indonesia Abriyani Muharommah, Grab telah berkontribusi menciptakan rantai ekosistem ekonomi digital baru. Kontribusi tersebut terlihat melalui penciptaan lapangan kerja dan membuka alternatif pendapatan bagi mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike, juga mitra UMKM GrabFood hingga pedagang toko kelontong melalui GrabKios.

"Jadi layanan transportasi on-demand seperti GrabBike, GrabCar dan GrabExpress adalah layanan pertama yang diperkenalkan di Tarakan. Layanan tersebut telah membuka banyak peluang. Selain membuka lapangan pekerjaan, layanan ini juga membantu UMKM di Tarakan ini terus berkembang karena mereka jadi bisa menciptakan bisnis baru seperti kedai makanan," ujar dia kepada detikcom di Tarakan baru-baru ini.

Abriyani menilai potensi ekonomi digital di Kota Tarakan ini sangat besar. Pasalnya, pulau ini memiliki posisi yang strategis bagi Provinsi Kalimantan Utara yang mana merupakan pintu gerbang dan pusat transit perdagangan antarpulau di wilayah utara Kalimantan dan juga daerah perbatasan Indonesia-Malaysia-Filipina.

Hal ini pun membuat perusahaan terus memperluas jangkauan bisnisnya dengan mengakselerasi pelaku UMKM untuk masuk ranah digital. Tercatat, kata dia, dalam 10 bulan terakhir Grab berhasil mengajak ribuan pelaku UMKM yang awalnya konvensional kini memanfaatkan platform Grab untuk menawarkan berbagai produk kulinernya melalui GrabFood.

"Semenjak 2020, apalagi masa pandemi ini kita memang lagi fokus mengajak UMKM mendigitalisasi bisnis mereka melalui GrabFood misalnya. Awalnya memang kami fokus untuk menghadirkan layanan transportasi, baru kemudian kita pelan-pelan juga fokus ke makanan, ada layanan pengiriman atau delivery-nya yang ikut menggerakan ekonomi lokal," jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan inklusi keuangan di Tarakan dengan menjadi fasilitator bagi para UMKM dan individu untuk mendapatkan akses ke layanan keuangan melalui GrabKios. Sehingga masyarakat di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan yang kesulitan akses perbankan menjadi terbantu dengan adanya kemudahan itu.

Hal itu pun diakui oleh Wali Kota Tarakan Khairul. Menurutnya, geliat digitalisasi di Tarakan dalam bidang perekonomian telah memberikan banyak sekali manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan ekosistem usaha yang terbuka, sehat dan adil.

"Masyarakat dari yang sebelumnya tidak atau belum memiliki akses terhadap pasar, sekarang lebih mudah menjangkau pasar. Dan bukan hanya pasar, namun juga akses terhadap modal, akses terhadap rantai distribusi, dan akses terhadap informasi juga semakin terbuka bagi masyarakat," ungkap Khairul.

"Kami pun berharap, melalui berbagai upaya ini, masyarakat semakin dibiasakan dengan pola-pola ekosistem digital, yang salah-satunya adalah cashless, yang tentunya dengan ini akan semakin terbuka akses terhadap bank dan layanan finansial yang inklusif," pungkasnya.

(prf/hns)