Cristiano Ronaldo Ternyata Pernah Jadi Bintang Iklan Coca-Cola

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 14:54 WIB
Portugals Cristiano Ronaldo scores his second goal during the Euro 2020 soccer championship group F match between Hungary and Portugal at the Ferenc Puskas stadium in Budapest, Hungary, Tuesday, June 15, 2021. (Bernadett Szabo/Pool via AP)
Foto: AP/Bernadett Szabo
Jakarta -

Aksi Cristiano Ronaldo menyingkirkan botol Coca-Cola pada jumpa pers Euro 2020 jadi sorotan publik. Momen itu terjadi di awal konferensi pers Timnas Portugal jelang pertandingan Euro 2020 pertamanya melawan Hungaria pada Senin (14/6/2021) waktu setempat.

Saat itu, Cristiano Ronaldo mendampingi pelatih Fernando Santos untuk jumpa pers. Di depan meja, ada botol Coca-Cola yang terpajang, Ronaldo langsung menyingkirkannya dan mengganti dengan botol air mineral.

Namun, usut punya usut ternyata dulunya Ronaldo pernah jadi bintang iklan minuman bersoda tersebut di 2006. Beberapa channel YouTube membagikan cuplikan iklan tersebut.

Di awal tayangan iklan tersebut, tampak Cristiano Ronaldo sedang beraksi menendang bola. Beberapa detik kemudian, ada Ronaldo menjadi model di kaleng Coca-cola di dalam kulkas bersama dua model lainnya.

Gambar Ronaldo di kaleng tersebut dibuat hidup dan bergerak. Tak lama ia yang tampak bergerak di kaleng menyundul botol Coca-cola berukuran 1 liter di sampingnya dan meneguk sedikit Coca-Cola yang tumpah sambil tersenyum.

Lalu, Ronaldo dan dua model iklan lainnya di kaleng Coca-Cola saling oper bola di dalam kulkas tersebut. Iklan itu lalu ditutup dengan adegan Ronaldo mencetak gol ke gawang. Ronaldo yang berhasil mencetak gol langsung berlari ke arah kamera.

Kini, Cristiano Ronaldo melakoni pola hidup sehat. Dia sangat ketat menjalani diet dan sangat menghindari makanan atau minuman manis seperti Coca-Cola.

Akan tetapi, aksi Ronaldo menyingkirkan botol Coca-Cola itu sampai membuat saham Coca-Cola mengalami penurunan. Sebelumnya, pada Senin (14/6) saham minuman bersoda itu dibuka US$ 56,1, namun usai insiden itu saham turun menjadi US$ 55,2.

Terjadi penurunan 1,6% pada harga tersebut dan menyebabkan kerugian US$ 4 miliar atau sekitar Rp 57,6 triliun (kurs Rp 14.400). Meski begitu, saat ini kapitalisasi pasar Coca-Cola masih mencapai US$ 238,35 miliar dan harga saham mulai naik perlahan menjadi US$ 55,29.

Tonton Video: Rekreasi ke Museum Coca-Cola Atlanta, Apa Saja yang Seru?

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)