Pesan Dahlan Iskan buat Ahok: Larang Main Golf di Hari Kerja!

Siti Fatima - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 19:45 WIB
Mantan Dirut PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dahlan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu listrik di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada 2011-2013. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan pesan pada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia meminta, Ahok untuk melarang direksi atau pegawai Pertamina bermain golf di hari kerja.

Sebelumnya, Dahlan mengungkapkan dia sepakat dengan langkah Ahok ingin menghapus fasilitas kartu kredit untuk direksi Pertamina. Selain itu, ada pesan lain yang menurut Dahlan lebih penting.

"Setuju tapi lebih penting larang main golf di hari kerja. Yang paling penting mengangkat Direktur Keuangan yang cerewet!," kata Dahlan dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (17/6/2021).

Ungkapan tersebut keluar setelah Dahlan menyatakan setuju dengan kebijakan Ahok soal menghapus fasilitas kartu kredit perusahaan. Dia mengatakan, para pejabat Pertamina tentu memiliki gaji yang besar.

"Setuju sekali, karena gajinya sudah besar. Untuk mentraktir makan saja pasti mampu, setuju. Saya kan ga punya kartu kredit nggak apa-apa dari perusahaan," ungkapnya.

Dahlan mengaku, selama menjadi pejabat BUMN ia tak menggunakan kartu kredit perusahaan meski difasilitasi. "Jadi pada zaman saya jadi Dirut itu, Direksi memang diberi hak untuk punya kartu kredit perusahaan tapi tidak semua Direksi mengambil, yang jelas saya tidak (mengambil fasilitas kartu kredit)," pungkasnya.

Seperti diketahui, langkah Ahok yang menghapus fasilitas kartu kredit muncul dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Pertamina (Persero). Ahok beralasan, langkah ini diambil karena pemakaian fasilitas kartu kredit yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan upaya memajukan perusahaan. Kemarin saya sudah sampaikan di RUPS.

"Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan. Mulai hari ini tidak boleh makai kartu kredit perusahaan lagi, segera ditutup dan kembalikan," tegas Ahok pada Selasa lalu (15/6/2021).

(zlf/zlf)