Jadi Anggota GB ILO, RI Ingin Wujudkan Kerja Layak Saat Bonus Demografi

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 15:35 WIB
Jadi Anggota GB ILO, RI Komitmen Wujudkan Kerja Layak
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziah mengatakan dengan terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Reguler Governing Body (GB) International Labour Organization (ILO) periode 2021-2024 menjadi peluang untuk mendorong iklim ketenagakerjaan. Utamanya dalam memanfaatkan bonus demografi.

"Terpilihnya kita menjadi GB ILO adalah sebuah peluang untuk bisa mendorong iklim ketenagakerjaan di Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Secara regional terpilihnya Indonesia, juga kesempatan untuk bisa membantu memecahkan persoalan-persoalan ketenagakerjaan di kawasan Asia dan juga global," kata Ida dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Ida menyebut Indonesia akan terus berupaya mendukung kemajuan kerja layak. Hal ini tercermin dalam kerja sama tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, yang tergabung dalam Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional.

Selain sebagai Anggota Reguler GB-ILO, menurutnya Indonesia juga menjadi koordinator negara-negara ASEAN di ILO. Artinya, RI punya kesempatan untuk mendorong program ILO yang sejalan dengan kepentingan nasional maupun negara-negara di kawasan.


"Terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Reguler GB-ILO merupakan bentuk pengakuan internasional atas komitmen Indonesia dalam memajukan keadilan sosial dan mempromosikan kerja layak yang merupakan mandat utama Organisasi Perburuhan Internasional ini," ujarnya.

Tidak hanya itu, Ida mengatakan Indonesia juga memiliki hak suara dan voting dalam berbagai pembahasan tata kelola ILO.

"Keberhasilan ini juga merupakan modalitas bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN Labour Minister Meeting (ALMM) dan G20 Presidency tahun depan, kita menjadi tuan rumah," pungkasnya.


Sebagai informasi, Indonesia terpilih sebagai Anggota GB-ILO dari Government Electoral College dalam rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-109 yang digelar secara online, di Jenewa, Swiss, Senin (14/6). Pada pemilihan tersebut, Indonesia mendapat 210 dari total 230 suara, dan akan mewakili Kawasan Asia Pasifik bersama Arab Saudi, Australia, serta Pakistan.

Diketahui sebelumnya, Indonesia menempati posisi sebagai Anggota Deputi GB-ILO untuk periode 2014-2017 yang kemudian berlanjut pada 2017-2020. Hal ini membuktikan kepercayaan negara-negara anggota ILO kepada Indonesia untuk mengemban kembali amanat dalam pengambilan keputusan di ILO.

Adapun GB-ILO merupakan badan eksekutif Sekretariat ILO atau International Labour Office yang terdiri dari 56 negara dan memegang peranan strategis dalam memutuskan kebijakan, anggaran, program-program, serta pemilihan Dirjen ILO.

(akd/hns)