Pengusaha Muda Ungkap Rahasia Sukses Garap Bisnis Ikuti Tren

Yudistira Imandiar - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 17:39 WIB
Pengusaha Muda Ungkap Rahasia Sukses Garap Bisnis Ikuti Tren
Foto: Dok. Shopee
Jakarta -

Menekuni bisnis jasa atau produk yang sedang tren merupakan sesuatu yang menjanjikan. Namun, perlu kematangan berbisnis agar usaha yang dilakoni tak lekang digerus tren yang cepat tergantikan.

Perbincangan soal menjalankan bisnis dari tren ini tersaji dalam ShopeePay Talk episode 'Dari Tren, Jadi Bisnis Kompeten'. Acara tersebut menghadirkan pengusaha muda, antara lain Founder Bittersweet by Najla, Najla Bisyir, Co-Founder & Creative Director PVRA Kara Nugroho, Presiden Komunitas Tangan Di Atas Ibrahim Mochamad Bafagih.

Najla mengungkapkan strategi bisnisnya memanfaatkan sarana digital. Najla mengoptimalkan platform digital untuk pemasaran hingga pembayaran produknya. Ia menambahkan, selain memanfaatkan tren, pelaku bisnis juga harus memposisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi sesuai kebutuhan pasar.

Najla menekankan produk atau jasa yang ingin dikembangkan hendaknya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Setelah itu, rencanakan aspek finansial seperti kebutuhan modal dan harga penjualan secara matang.

"Bisnis Bittersweet by Najla lahir dan besar dari media sosial. Kami percaya selain kualitas produk yang baik, kami harus memanfaatkan media sosial untuk menampilkan beragam pilihan produk kami ke lebih banyak orang. Kami juga mengadopsi pembayaran digital demi kemudahan bertransaksi pelanggan kami, serta menambah kanal penjualan melalui e-commerce. Dengan upaya ini, dessert box kami dapat dinikmati oleh konsumen di lebih banyak kota di seluruh Indonesia," papar Najla dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Pemilik bisnis tidak dapat menggantungkan keberlangsungan usaha dengan tren, mereka mesti bisa menjaga eksistensi saat tren berubah. Inovasi yang dilakukan Bittersweet by Najla merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan.

Kara Nugroho menambahkan kecermatan dan kreativitas harus dimiliki pelaku bisnis. Saat tren berubah, mereka harus tanggap berinovasi agar konsumen tidak lantas pergi.

"Tren yang berkembang memang dapat menjadi inspirasi bisnis yang menjanjikan. Namun, diperlukan kecermatan dan kreativitas untuk menghadirkan bisnis yang bisa bertahan lama di tengah ketatnya persaingan pasar. Kami di PVRA berusaha untuk selalu selalu up to date dengan tren yang sedang populer sehingga produk kami selalu dicintai pengguna. Selain memberikan sentuhan khas ala PVRA setiap produk alas kaki yang kami produksi, kami juga mengadopsi beberapa metode pembayaran digital agar semakin memudahkan para pelanggan saat membeli produk PVRA melalui pembelian online," papar Kara.

Selain itu, pelaku bisnis mesti giat memasarkan produk lewat media sosial maupun platform e-commerce. Agar penggunaan platform digital dapat berjalan efektif, dibutuhkan perencanaan yang matang mengenai identitas brand dan produk yang ingin dipasarkan.

Ibrahim Mochamad Bafagih menimpali, peluang bisnis pada tren yang sedang hangat merupakan momentum yang mesti dimanfaatkan pelaku bisnis. Sebuah bisnis dapat berkolaborasi dengan influencer atau bisnis serupa lainnya agar terjadi persilangan pelanggan dari dua pasar berbeda. Sebagai hasilnya, tren yang menjadi sumber inspirasi bisnis atau produk tersebut dapat bertahan lebih lama. Adanya kolaborasi juga dapat menciptakan inovasi pada produk yang ditawarkan, menghasilkan beragam promosi menarik, serta menjawab lebih banyak permintaan dan kebutuhan pasar.

"Sebagai pegiat usaha, kita harus terbuka terhadap segala bentuk inovasi, diskusi dan kolaborasi positif, seperti yang rutin kami lakukan antar sesama anggota komunitas Tangan Di Atas. Hal ini dapat menjadi solusi praktis untuk saling berbagi tips dan strategi dalam meningkatkan layanan dan produk bagi konsumen," kata Ibrahim.

"Untuk itu, bergabung ke dalam komunitas merupakan langkah strategis yang selalu didorong oleh komunitas Tangan Di Atas. Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan ShopeePay untuk memberikan ruang diskusi positif bagi para pelaku bisnis melalui ShopeePay Talk. Melalui upaya ini, banyak bisnis dapat terbantu dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di masa sulit ini," jelasnya.

Pengusaha Muda Ungkap Rahasia Sukses Garap Bisnis Ikuti TrenFoto: Dok. Shopee

Seperti halnya Bittersweet by Najla dan PVRA, ada beragam bisnis kekinian yang tengah digandrungi oleh masyarakat seperti minuman kopi kekinian, boba, dessert box, hingga produk fesyen lokal seperti tas dan sepatu. Animo yang cukup besar dari masyarakat terhadap produk-produk tersebut mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, yang berdampak pada pertumbuhan bisnis dari skala kecil hingga besar di saat pandemi.

Hal itu merupakan kondisi yang baik bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi Indonesia yang disebutkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, diproyeksikan tumbuh menjadi 7-8 persen pada kuartal II-2021.

"Kami percaya bahwa ShopeePay memegang peranan besar dalam membantu para mitra usaha terus tumbuh dan berkembang di tengah banyaknya inovasi bisnis, perubahan tren yang cepat, serta persaingan pasar. Tak hanya melalui promosi, sebuah bisnis harus terus mendorong diri untuk lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat menciptakan pembeda dari bisnis lainnya. Perubahan tren yang cepat pun harus dimanfaatkan pelaku bisnis untuk memperbarui ide dalam produk atau layanan yang ditawarkan agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen," ungkap Eka Nilam Dari pada kata sambutannya.

Ide hingga kiat-kiat menjalankan bisnis bisa didapatkan pelaku usaha atau siapapun yang ingin memulai usaha. Dalam ShopeePay Talk, sebuah wadah diskusi interaktif bulanan yang diinisiasi ShopeePay untuk membahas berbagai topik dan berbagi informasi seputar bisnis secara ringan, trendy, dan insightful.



Simak Video "Tiga Langkah Sukses Bangun Bisnis"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)