Bahlil: 2020 Jadi Tahun Paling Sulit untuk Ekonomi Global

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 20:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi kuliah umum bagi mahasiswa di Universitas Citra Bangsa. Ada berbagai hal yang dibahas Bahlil di sana.
Foto: Dok. BKPM
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan 2020 menjadi tahun yang paling sulit untuk ekonomi global. Dia menjelaskan hal itu tidak lepas dari berbagai masalah pada tahun sebelumnya di berbagai negara.

"Tahun 2020 itu di mana tahun yang paling sulit untuk ekonomi global, kita tahu 2018-2019 Perang Gagang antara China dan Amerika, di sisi lain juga terjadi krisis politik di Amerika Latin itu terjadi persoalan politik yang didalami karena masalah ekonomi. Kemudian terjadinya pertempuran di Timur Tengah itu juga bagian dari persoalan ekonomi," jelasnya, dalam Rakornas dengan HIPMI secara virtual, Sabtu (19/6/2021).

Bahlil mengungkap perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China telah mempengaruhi ekonomi global yang mengakibatkan penurunan ekonomi global.

"Perang dagang Amerika dan China itu luar biasa menggemparkan dunia, Bahkan terjadi suatu proyeksi tidak menentu terhadap proyeksi ekonomi global," tuturnya.

Hingga akhirnya pandemi COVID-19 melanda mulai 2019 akhir yang menyebabkan perubahan ekonomi di seluruh dunia. Bahlil mengatakan saat itu pertumbuhan ekonomi Eropa hingga AS terkontraksi, begitupun Indonesia.

"Di hampir seluruh dunia terjadi perubahan struktural dalam fondasi ekonomi. Dimana Eropa dan Amerika terjadi pertumbuhan negatif terhadap ekonominya. Bagaimana Indonesia? di ASEAN ada dua negara yang pertumbuhan ekonominya positif, China dan Vietnam. Indonesia sendiri pada awal 2020 terjadi koreksi minus 2,9%" tandanya.

(ara/ara)