Majukan Pertanian, Mentan Beri 3 Mandat Ini ke Para Bupati

Yudistira Imandiar - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 18:44 WIB
Majukan Pertanian, Ini 3 Mandat Mentan ke Para Bupati
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan tiga arahan penting sektor pertanian untuk para bupati dan pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Hal itu disampaikan pada Rakernas XIII Apkasi di Bali.

Arahan pertama yang disampaikan Syahrul, yakni pemimpin daerah harus bisa merancang konsep pembangunan pertanian secara terukur dan tepat sasaran.

"Kalau untuk ukuran seorang pimpinan daerah harus lebih tinggi lagi (targetnya), dan bukan hanya menembus pasar nasional, namun juga harus bisa menembus pasar internasional. Dan itu pasti bisa," jelas Syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Poin kedua, Syahrul menekankan pemimpin daerah harus jeli dan pintar dalam menentukan produk pangan lokal yang memiliki potensi ekspor. Misalnya, urai Syahrul, Indonesia memiliki produk kunyit merah yang saat ini dibutuhkan masyarakat dunia.

Arahan ketiga, Syahrul berharap agar semua proses pembangunan pertanian di daerah menggunakan mekanisasi sebagai alat penekan losses dan alat percepatan tanam. Ia juga meminta pemimpin daerah melakukan korporasi petani agar skala ekonominya meningkat.

"Dengan begitu maka pembangunan pertanian daerah akan berjalan baik. Pertanian itu kan di depan mata kita dan kita bukan orang baru di dunia pertanian. Bayangkan saja untuk komoditas porang sebagai contoh, itu dalam 8 bulan pertama bisa menghasilkan 40 juta. 8 bulan kedua 80 juta dan 8 bulan ketiga bisa sampai 200 juta per hektare," papar Syahrul.

Syahrul yang termasuk salah seorang pendiri Apkasi, menantang Apkasi untuk membuat konsep proposal pertanian dan siap untuk bersinergi. Hal itu dinilai penting untuk memajukan industri pertanian.

Sementara itu, Bupati Trenggalek sekaligus anggota Apkasi Mochamad Nur Arifin berterima kasih atas arahan dan dukungan Syahrul dalam membangun pertanian Trenggalek yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern.

"Alhamdulillah kita juga sudah menggunakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebagai bagian dari pembangunan pertanian," ungkap Arifin.

(akd/ara)