Tinjau Penguatan UMKM di Yogyakarta, Airlangga: Butuh Kerja Sama

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Minggu, 20 Jun 2021 11:14 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menghadiri acara 'Penguatan UMKM Ciptakan Stabilitas Ekonomi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta' di Rumah Kreatif BUMN Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, ia mengingatkan UMKM yang hadir untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, baik pemerintah pusat, daerah, maupun pelaku usaha memiliki tanggung jawab bersama untuk makin menegakkan prokes dengan baik dan aman. Ia menambahkan pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi dengan metode 'gas dan rem'.

Ia menilai meski program PEN diarahkan untuk membangkitkan sektor UMKM yang merupakan salah satu sektor usaha terdampak pandemi, akan tetapi faktor penanganan pandemi COVID-19 tetap tak boleh dilupakan.

Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan bahwa pelaku UMKM di Indonesia sangat didominasi oleh unit usaha mikro, bahkan hampir 99,99% share unit UMKM merupakan usaha mikro. Untuk itu, ia menilai program-program pemerintah dan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha mikro akan memiliki pengaruh signifikan terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Airlangga mengatakan pemerintah terus mendorong Program PEN bagi pelaku usaha UMKM yakni melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tak hanya itu, pelaku UMKM juga diberi kemudahan melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja seperti berupa kemudahan untuk pendirian usaha dan mendapatkan sertifikasi halal.

Dalam rangka PEN, lanjutnya, Pemerintah telah menganggarkan Rp184,83 triliun atau 26,4% untuk dukungan UMKM dari total anggaran PEN 2021 senilai Rp699,43 triliun. Anggaran tersebut meningkat dari anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp173,17 triliun.

Ia pun menilai program KUR telah diberikan dengan suku bunga murah, yaitu berupa subsidi bunga KUR sebesar 3% hingga 31 Desember 2021, penundaan angsuran pokok KUR, relaksasi kebijakan KUR, serta peningkatan plafon KUR di 2021 dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun.

"Untuk itu, Pemerintah membutuhkan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari masyarakat dan pelaku UMKM, untuk memastikan seluruh kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Sehingga, aktivitas usaha UMKM semakin menguat dan berpeluang untuk mengungkit pertumbuhan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (20/6/2021).

Dalam kesempatan ini, Airlangga menyampaikan harapannya bahwa penguatan UMKM dapat membantu mencapai stabilitas ekonomi, khususnya di wilayah Yogyakarta. Adapun salah satu implementasinya diwujudkan melalui acara yang diselenggarakan hari ini bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Terima kasih atas inisiatif BRI dalam menyelenggarakan acara yang sangat baik ini sebagai upaya penguatan UMKM di masa pandemi. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan fokus penyelamatan UMKM di masa pandemi sebagai bagian strategis dari Program PEN," pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, ungkapnya, ia juga menyaksikan penyerahan KUR secara simbolis kepada pengusaha UMKM binaan BRI dan mengunjungi coaching-clinic terkait ekspor dan rajutan, pelatihan terkait perizinan, sertifikasi halal, dan digital marketing, serta showcase produk-produk yang dihasilkan UMKM di sana. Adapun produk-produk tersebut meliputi produk pernak-pernik lokal Yogya, kain batik, fesyen, kerajinan tangan, kopi, jamu, hingga kuliner angkringan dan mie goreng Jawa.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri pula oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, dan perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemenperin, BRI Wilayah Jawa Tengah dan DIY, serta pelaku UMKM yang hadir secara langsung maupun virtual.



Simak Video "Puluhan Daerah di Luar Jawa-Bali Alami Kenaikan Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/zlf)