Cuan Masih Ngalir, Bisnis Hewan Kurban Kebal DIhantam Pandemi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 20 Jun 2021 14:31 WIB
Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung mulai menggeliat. Temuan kasus antraks di Kecamatan Pagerwojo dinilai tidak terlalu berpengaruh.
Ilustrasi Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Jakarta -

Bisnis menjual ternak hewan kurban selalu ramai jelang hari raya Idul Adha, bahkan meskipun pandemi mendera bisnis bagaikan tak ada matinya. Permintaan hewan kurban tak pernah berkurang.

Hal itu diungkapkan Zabidi, pengusaha hewan ternak di Depok, Jawa Barat. Bisnisnya sudah merambah dari hulu ke hilir. Sebagai peternak, penyuplai, bahkan tak jarang juga menjual langsung ke konsumen.

Zabidi mengatakan sejak tahun lalu pandemi mendera Indonesia permintaan hewan ternak untuk kurban tak pernah berkurang.

"Alhamdulillah permintaan standar, stabil, nggak ada masalah nggak drop. Apalagi kalau di Depok aja nih, kurban ini udah jadi pesta rakyat jadi ya nggak ada permintaan berkurang," ungkap Zabidi saat berbincang bersama detikcom, Minggu (20/6/2021).

Dia menjelaskan tahun lalu, di saat hari raya Idul Adha berjalan di tengah pandemi untuk pertama kalinya dia berhasil meraup keuntungan hingga Rp 12 miliar. Setidaknya ada 700-an sapi yang dia jual tahun lalu.

"Saya tahun lalu total Rp 12 miliar, sapi aja 700-an itu kayaknya laku. Tahun ini harapannya begitu lagi. Stabil aja permintaan kita kok, cuma sekarang mungkin mereka mintanya timbangannya aja yang kecil, belinya yang kecil-kecil," kata Zabidi.

Zabidi memang optimis bisa mengulang lagi keuntungannya seperti di tahun lalu, tapi tahun ini dia juga memiliki sedikit kekhawatiran. Hal itu adalah daya beli masyarakat yang menurun.

Di tahun lalu, dia mengatakan mungkin banyak orang melakukan kurban dari hasil tabungannya sebelum pandemi. Namun, tahun ini setelah setahun pandemi berjalan, bisa saja orang-orang mulai kesulitan menabung.

"Memang optimis bisa kayak tahun lalu, cuma kita rada ngerem juga sih di tahun ini. Kita kan meraba juga kondisi ekonomi begini, kalau tahun kemarin mungkin masih ada uang tabungan sebelum pandemi atau ada yang tiba-tiba dapat pesangon masih banyak duit," papar Zabidi.

"Sekarang pandemi udah setahun makin panjang mungkin berbeda dan berkurang kan kemampuannya," sambungnya.

Bahkan, Zabidi memprediksi sebulan ke depan jelang Idul Adha, pedagang musiman hewan kurban akan berkurang. Dia mengaku permintaan suplai untuk lapak dadakan mulai menurun.

"Orang pedagang dadakan aja sedikit kok sekarang, yang dadakan pada nggak dagang kayaknya. Permintaannya ke itu (lapak dadakan) sedikit kalau kita lihat. Mungkin kaitan sama modal juga ya," ujar Zabidi.