Lonjakan Kasus COVID-19, Ekonomi RI Gagal Tumbuh 8,3%!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 16:41 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara pertumbuhan ekonomi di tengah lonjakan kasus COVID-19. Ramalannya di kisaran berapa?

"Kinerja ekonomi kita terus melanjutkan fase pemulihan waktu bulan lalu kami sampaikan proyeksi kuartal II kita antara 7,1-8,3% seiring dengan kenaikan COVID upper end-nya akan lebih rendah. tapi kita tentu mengetahui kuartal II selain rebound, recovery juga karena tahun lalu kuartal II dalam sekali kontraksinya. Di satu sisi adalah rebound atau natural base effect yang terjadi dan ada geliat perekonomian," kata Sri Mulyani saat konferensi pers virtual APBN Kita, Senin (21/6/2021).

"Kita harus lihat yang menopang pemulihan ini pengendalian COVID, vaksinasi, dan protokol kesehatan yang dilakukan," ucapnya.

Jika prediksi pemerintah tersebut terbukti benar, atau setidaknya ekonomi di kuartal II tumbuh positif, tetap saja Indonesia masih belum bisa keluar dari jeratan jurang resesi.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal I-2021 masih negatif alias terkontraksi. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tiga bulan pertama 2021 tercatat -0,96% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq).

Sementara dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), ekonomi Indonesia tumbuh 0,74%.



Simak Video "Corona Menggila, PAN Kembali Usulkan Lockdown Akhir Pekan"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)