Polling detikcom

Polling: Tarif Parkir di DKI Mau Naik Jadi Rp 60.000/Jam, Setuju?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 16:47 WIB
Polisi menyita senjata api dari DR Dr Anwari SH SpKFR MARS MH, eks dokter RSPAD yang melepaskan tembakan di parkir mal Gandaria City.
Foto: Edward/detikcom
Jakarta -

Tarif parkir mobil dan motor di DKI Jakarta akan naik. Hal itu tertuang dalam revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017.

Tarif parkir tertinggi akan diberlakukan untuk yang bersinggungan dengan angkutan umum massal. Di mana koridor Kawasan Pengendali Parkir (KPP) Golongan A untuk mobil bisa mencapai Rp 60.000/jam dan Golongan B Rp 40.000/jam.

Kemudian untuk tarif parkir motor di KPP golongan A diusulkan paling tinggi Rp 18.000/jam dan Golongan B paling tinggi Rp 12.000/jam. Biaya ini akan berlaku untuk onstreet dan offstreet pada lahan milik Pemda.

Ke depan tarif parkir yang dinaikkan juga akan berlaku di lokasi lahan milik swasta meskipun biaya yang dikenakan lebih murah. Pemprov DKI mengusulkan tarif parkir tertingginya di angka Rp 25.000/jam.

Semula tarif parkir mobil golongan A yang berlaku saat ini paling tinggi mencapai Rp 9.000/jam dan untuk golongan B paling tinggi Rp 6.000/jam. Sedangkan untuk motor saat ini berlaku paling tinggi Rp 4.500/jam untuk golongan A dan Rp 3.000/jam untuk golongan B.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penerapan tarif parkir tertinggi hingga Rp 60.000/jam harus menunggu sampai ekonomi pulih dari dampak pandemi COVID-19.

"Perubahan formula dan besaran tarif parkir menurut saya tetap bisa berjalan tapi untuk implementasi, eksekusinya menunggu recovery perekonomian. Jadi di era seperti ini kalau menaikkan tarif atau membebani masyarakat, sensitif," kata Anggota Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo.

Kalau pun nantinya diterapkan, Sudaryatmo meminta implementasinya dibarengi dengan perbaikan layanan parkir. Pertama harus adanya jaminan atas keselamatan dan keamanan kendaraan yang diparkir.

"(Harus) ada jaminan atas keselamatan dan keamanan kendaraan yang diparkir. Jangan justru sebaliknya, duitnya mau tapi pengelola tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan dan kehilangan," tuturnya.

Kedua, tarif parkir harus sudah meng-cover premi asuransi kehilangan atau kerusakan kendaraan jika tarif parkir tertinggi hingga Rp 60.000/jam.

"Walaupun tidak akan di-cover sesuai nilai kendaraan. Jadi kalau yang diparkir itu mobil-mobil premium seperti mercy preminya sangat mahal kalau harus di-cover (semua), tapi setidaknya ada nilai pertanggungan flat," pintanya.

Nah, bagaimana menurut kalian, detikers? Kalian setuju nggak tarif parkir di Jakarta naik? Isi polling ini ya dengan cara memilih jawaban setuju atau tidak setuju, jangan lupa sertakan alasannya. Polling akan ditutup pada Rabu (23/6/2021) besok pukul 16.00 WIB.

Lihat juga video 'Usai Pecel Lele, Kini Heboh Parkir 'Nuthuk' di Dekat Malioboro':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/ang)