Pasrah Bioskop DKI Diminta Tutup, Pengusaha: Kita Belum Untung

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 14:58 WIB
Sejumlah bioskop di Jakarta tetap buka bahkan dengan kelonggaran operasional dan kapasitas maksimal 50% dari sebelumnya hanya 25%. Nyatanya, masih sepi.
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menutup operasional bioskop. Hal ini untuk menekan penyebaran virus Corona yang beberapa waktu ini kembali melonjak.

Menanggapi kebijakan baru ini, pengusaha bioskop hanya bisa pasrah. Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin menyatakan semua pengelola bioskop akan mengikuti instruksi Pemprov menutup bioskop mulai besok.

Menurutnya bila kondisinya seperti ini bioskop dibuka pun akan sepi, pasalnya dengan tingginya kasus COVID-19 dia menilai kemungkinan masyarakat bisa takut berkunjung ke bioskop.

"Ya kita mau apa lagi, kita prihatin dan pasrah saja. Kita bakal ikuti aturannya Jakarta atau Jabodetabek. Dimintanya mulai besok tutup, ya sudah, toh kasusnya juga lagi tinggi. Kita buka juga sepi kalau pada ngeri ke bioskop kan. Kita juga nggak mau kan ini makin panjang, ini 14 ribu lho sehari. Ngeri juga kita," ungkap Djonny kepada detikcom, Rabu (23/6/2021).

"Udah kita ikuti saja, tinggal tunggu aja tanggal 5 lah nanti dibuka lagi apa nggak," pungkasnya.

Sementara itu, bila bicara bisnis sebetulnya pengusaha bioskop sejak COVID-19 melanda belum sekalipun merasakan keuntungan. Memang beberapa bulan ke belakang bioskop sudah bisa beroperasi, bahkan saat lebaran pengunjung diakui Djonny meningkat pesat. Namun itu semua belum memberikan keuntungan yang signifikan.

Menurutnya, selama bioskop buka kemarin, keuangan membaik, namun hanya untuk sekedar menutup rugi dan balik modal. Untuk keuntungan, menurutnya belum didapatkan.

"Kalau ditanya bisnis kemarin kita buka memang sempat membaik, apalagi pas lebaran, banyak film bagus masuk, Conjuring, Fast and Furious. Cuma ya gitu segitu kita belum untung, jangan anggap ramai jadi foya-foya, kita cuma nutup rugi, ibaratnya balik modal," papar Djonny.

"Kita bayar listrik, sewa, pinjaman, bayar karyawan, itu aja kemarin," katanya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.