bank bjb Dukung Kesejahteraan Petani Jagung Lewat KUR Petani Milenial

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 18:16 WIB
bank bjb
Foto: Dok. bank bjb
Jakarta -

bank bjb turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan nasional melalui dukungan terhadap program Petani Milenial. Adapun dukungan ini berupa penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.

Melalui KUR, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto menyampaikan para petani milenial dapat memperoleh akses permodalan usaha dengan bunga terjangkau. Selain itu, petani juga dapat melakukan pembayaran sesuai siklus panen.

bank bjb juga menghubungkan petani dengan para off taker yang berperan sebagai standby buyer hasil panen petani. Dengan demikian, kesejahteraan petani juga ikut meningkat.

"Dengan adanya kepastian pasar dan akses permodalan, masalah klasik petani yang kerap terjebak pada sistem Ijon dan tekanan harga dari tengkulak diharapkan dapat berkurang. Sehingga, petani yang hidup di desa dapat memiliki penghasilan tak kalah besar dengan mereka yang bekerja di kota," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Lebih lanjut Widi menjelaskan jagung menjadi salah satu komoditas yang dibudidayakan dalam program Petani Milenial. Komoditas ini juga menjadi komoditas pertama yang ditanam oleh Petani Milenial.

Adapun penanaman jagung juga telah dilakukan di lahan seluas 4 hektare milik Pemerintah Provinsi Jabar di Cikadu, Cianjur. Bahkan, saat ini tanaman jagung seluas dua hektare lahan pun telah siap dipanen.

Dalam rangka panen perdana program Petani Milenial, bank bjb bersama Pemprov Jabar menghadiri prosesi panen secara simbolis di Cianjur. Widi berharap, acara tersebut dapat menjadi momentum kesuksesan program petani milenial dan bangkitnya ekonomi berbasis pertanian di Jabar.

"bank bjb senantiasa berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jabar dan Indonesia, tak terkecuali Petani Milenial. Kami berharap, penyaluran KUR bagi para petani dapat meningkatkan kesejahteraan baik kelompoknya maupun masyarakat luas sejalan dengan program PEN," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun merespons baik atas keberhasilan panen perdana di Cianjir. Hal ini mengingat di tengah lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19, sektor pertanian masih menjadi harapan.

Pada 2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan dan mencatatkan kinerja ekspor yang meningkat hingga 14% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Oleh sebab itu, Pemprov Jabar juga tengah menggenjot program Petani Milenial untuk melakukan regenerasi tenaga kerja melalui inovasi dan aplikasi teknologi. Hal ini sekaligus juga sejalan dengan upaya perwujudan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi COVID-19.

"Saya menyambut baik panen perdana petani jagung di Cianjur ini. Semua sedang berproses dan perlahan akan menunjukan hasilnya," ungkap Ridwan.

Sebagai inisiator program, Ridwan mengatakan pertanian merupakan sektor terbesar ketiga penyumbang perputaran roda ekonomi Jabar. Adapun ketiga kekuatan ekonomi tersebut yakni, sektor pangan, kesehatan dan digital.

Meskipun demikian, Ridwan menyebut generasi milenial kurang memiliki minat terhadap sektor pertanian. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mendorong minat milenial terhadap sektor pertanian.

"Namun di saat yang sama, sektor pertanian ditinggalkan oleh generasi milenial. Oleh karenanya program Petani Milenial ingin mendorong anak-anak muda di Jabar untuk mulai mencintai desanya lewat kegiatan bertani," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara panen turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Dadan Hidayat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Hermansyah, perwakilan Biro Perekonomian Jabar Maman Suherman, serta Group Head Kredit Program Divisi Kredit UMKM bank bjb Firman.

Acara panen perdana tersebut diselenggarakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan CROWDE juga terlibat sebagai off taker. CROWDE juga memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para petani, bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar.

(akn/hns)