3 Alasan GeNose Perlu Dicabut dari Syarat Perjalanan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 07:00 WIB
Tes corona dengan GeNose C19
3 Alasan GeNose Perlu Dicabut dari Syarat Perjalanan/Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth
Jakarta -

Pemakaian GeNose sebagai salah satu syarat perjalanan diusulkan untuk dihapus oleh sejumlah pihak. Salah satunya, dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Permintaan ini menyusul meledaknya kasus COVID-19 di Tanah Air. Berdasarkan data dari Humas BNPB, Rabu (23/6), kasus baru Corona sebanyak 15.308. Total kasus positif Corona di Indonesia menembus angka 2.033.421

Berikut alasan GeNose yang diusulkan untuk dihapus dari syarat perjalanan:

1. Masalah Akurasi

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, GeNose memiliki akurasi yang rendah. Dia mengatakan, rendahnya akurasi hasil tes GeNose ini mengkhawatirkan karena bisa menghasilkan hasil negatif yang 'palsu'.

"Banyak kasus, akurasinya mengindikasikan rendah. Dikhawatirkan menghasilkan 'negatif palsu'," kata Tulus dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

2. Demi Keselamatan

Dia mengatakan, faktor harga seharusnya bukan pertimbangan utama. Sebab, hal ini terkait dengan keselamatan dan keamanan seseorang.

"Sebaiknya pilih antigen (minimal), demi keamanan dan keselamatan bersama, dan demi terkendalinya wabah COVID," ujarnya.

3. Disebut Tak Deteksi Virus

Senada, Ahli biologi molekuler Ahmad Utomo juga menyarankan agar pemerintah kembali mengacu pada penggunaan alat tes deteksi Corona yang sudah baku dan diakui secara internasional.

"Kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi GeNose. Tes GeNose adalah untuk screening bukan untuk diagnosis. Jika dipakai sebagai syarat verifikasi perjalanan maka penggunaan GeNose tidak sesuai fungsinya," kata Ahmad

Ia mengatakan, hingga kini penggunaan GeNose memang belum didukung oleh bukti validasi eksternal sebagai uji keterpaparan COVID-19.

Ia menyoroti cara kerja GeNose. GeNose kata dia, sama sekali tidak mendeteksi komponen virus yang ada di dalam tubuh pasien yang diperiksa layaknya seperti yang dilakukan pada pemeriksaan penggunaan alat tes Swab Antigen atau PCR.

GeNose hanya mendeteksi beberapa jenis gas yang terkandung dalam uap napas yang diembuskan pasien. Dari sana, alat yang terhubung dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada perangkat lunak GeNose akan mendeteksi ada tidaknya kandungan gas yang umumnya dikeluarkan oleh pasien yang sudah terkonfirmasi COVID-19.

"Jadi dia nggak mendeteksi virusnya, tapi dia mendeteksi gasnya," jelas Ahmad.

Lihat juga video 'Apakah GeNose Dapat Mendeteksi Jenis Mutasi Baru Virus Corona?':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)