Program Padat Karya Ditjen SDA PUPR Targetkan Serap 386.159 Pekerja

Yudistira Imandiar - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 18:18 WIB
Kementerian PUPR
Foto: Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjalankan program Padat Karya Tunai, salah satunya di bidang sumber daya air (SDA). Program Padat Karya di bidang SDA dengan total anggaran Rp 7,15 triliun, ditargetkan menyerap 386.159 tenaga kerja.

Program PKT bidang sumber daya air terdiri dari tujuh kegiatan, yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi dan rawa, OP sungai dan pantai, OP air tanah dan air baku, OP bendungan, pembuatan ABSAH dan tugas pembantuan operasi pemeliharaan (TP OP) irigasi dan rawa.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko merinci kegiatan PKT bidang sumber daya air meliputi P3TGAI di 12.000 lokasi dengan anggaran Rp 2,7 triliun, OP irigasi dan rawa di 902 lokasi sebesar Rp 0,29 triliun, OP sungai dan pantai di 1.816 lokasi senilai Rp 0,36 triliun, OP air tanah dan air baku di 1.776 lokasi senilai Rp 0,14 triliun, OP bendungan di 2.186 lokasi senilai Rp 0,33 triliun, pembuatan ABSAH di 553 lokasi senilai Rp 0,33 triliun dan TP OP irigasi dan rawa di 3.083 lokasi senilai Rp 0,65 triliun.

Di samping tujuh kegiatan PKT tersebut, dilakukan juga kegiatan kontraktual yang dipadatkaryakan sebanyak 978 paket dengan anggaran Rp 2,52 triliun.

"Kontraktual yang dilakukan secara padat karya kami monitor berapa banyak akan menarik tenaga kerja dan di mana lokasinya. Ini akan mengungkit perekonomian masyarakat di mana proyek tersebut berada," terang Jarot dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Jarot menegaskan program PKT Kementerian PUPR menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di masa pandemi COVID-19. Program tersebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan dan meningkatkan daya beli memberikan mata pencaharian bagi masyarakat yang terdampak pandemi.

(ega/hns)