Jasa Marga Lirik Bisnis Internet, Mau Saingan Sama Indihome?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 14:54 WIB
Logo Jasa Marga
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Manajemen PT Jasa Marga Related Business (JMRB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk akhirnya buka suara mengenai wacana terjun ke bidang internet. JMRB menyatakan, pihaknya berencana terjun ke infrastruktur teknologi informasi berupa fiber optik.

Direktur Bisnis Komersial JMRB Imad Zaky Mubarak menjelaskan, pada prinsipnya pihaknya akan mengoptimalkan segala aset yang ada di Jasa Marga.

"Jadi kami melihat bahwa infrastruktur jalan tol yang sudah kita punya ini bisa dimanfaatkan untuk infrastruktur jaringan teknologi informasi. Maka kami melihat ada potensi di situ, kami juga akan memanfaatkan infrastruktur yang kami punya untuk dimanfaatkan sebagai infrastruktur teknologi informasi," katanya kepada detikcom, Jumat (25/6/2021).

Namun, dia mengatakan, pihaknya tidak terjun sebagai penyedia layanan internet. Sebagaimana diketahui, beberapa perusahaan pelat merah telah terjun ke bisnis internet seperti Indihome dan Iconnet.

"Kalau bisnis internet secara langsung sepertinya belum. Karena kami nggak ada kompetensi di bidang itu, kami hanya memaksimalkan potensi yang kami miliki. Jadi kalau misalkan bisa diambil bahasa simpelnya kami hanya akan menyediakan layanan backbone infrastruktur teknologi informasi berupa fiber optik," paparnya.

Rencananya, jaringan fiber optik ini akan dipasang di jaringan tol Jasa Marga. Dia pun menjelaskan, di Indonesia saat ini ada sekitar 500 penyedia layanan internet atau internet service provider. Namun, yang punya infrastruktur hanya sekitar 10%. Pihaknya pun melihat peluang dari bisnis ini.

"Mungkin, ini masih kaji sebenarnya. Kami bisa menjadi alternatif bagi para penyedia layanan internet itu. Sebagai alternatif jaringan infrastruktur bagi penyedia layanan internet itu," terangnya.

Lantas, apakah JMRB akan terjun langsung ke penyedia layanan internet? Saat dikonfirmasi, ia mengatakan belum akan terjun ke bisnis tersebut.

"Secara langsung mungkin belum, karena kita nggak punya potensi dan pelakunya sudah terlalu banyak, itu masih kami kaji, apakah peluang itu masih memungkinkan atau memang kami akan gandeng strategic partner aja. Tapi kalau untuk arah kita akan menjual secara ritel internet seperti yang dilakukan Indihome atau yang lain sepertinya masih belum," ujarnya.

(acd/eds)