Bos Garuda: Kita Tetap Terbang Ke Hong Kong, Angkutan Kargo

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 20:52 WIB
pesawat garuda indonesia bermasker
Foto: Wirsad Hafiz / 20detik: Bos Garuda Irfan Setiaputra
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, buka suara soal larangan terbang ke Hong Kong. Menurutnya, yang dilarang adalah penumpang dari Indonesia, buka maskapainya.

Dengan kata lain, maskapai Garuda Indonesia masih boleh mendarat di Hong Kong. Saat ini Garuda masih terbang membawa kargo ke Hong Kong.

"Saya sedikit koreksi ini bukan dilarang mendarat, tapi tidak ada penumpang Indonesia yang boleh turun di Hong Kong. Karena sampai hari ini kita tetap menerbangkan pesawat ke Hong Kong yaitu angkutan kargo," kata Irfan dalam Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (25/6/2021).

Sebelumnya beredar informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dilarang membawa penumpang ke Hong Kong hingga 5 Juli mendatang. Hal itu terjadi setelah ditemukannya penumpang yang positif COVID-19 saat dites otoritas kesehatan Hong Kong.

Irfan menjelaskan beberapa orang yang ditemukan positif saat mendarat itu sudah dipastikan menunjukkan dokumen negatif sebelum menaiki pesawat. Hanya saja saat mendarat di Hong Kong dites kembali beberapa orang itu positif COVID-19.

"Kami menghargai otoritas melakukan pengecekan. Hanya memang kami tidak dalam posisi memilih orang yang boleh naik atau tidak dari sisi maskapai. Tentu akan diperbolehkan jika bisa menunjukkan hasil surat negatif. Ketika dites di sana positif ini haknya otoritas Hong Kong," tuturnya.

Hingga saat ini angkutan pesawat kargo ke Hong Kong masih diperbolehkan. Garuda menerbangkan angkutan barang ini melalui tiga titik yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bali dengan empat penerbangan.

Irfan menjelaskan bisnis kargo memang saat ini menjadi sumber pendapatan yang utama bagi Garuda. Untuk penerbangan luar negeri porsi pendapatan dari kargo ini sudah mencapai 70%, sisanya berasal dari penumpang, melihat permintaan penerbangan luar negeri ini masih sedikit.

"Jadi untuk semua penerbangan luar negeri ini kita fokus ke kargo. Memang diakui kadang isinya banyak, kadang juga sepi khususnya isian saat kembali. Tapi potensinya masih besar," katanya.

BERITA SELENGKAPNYA LANGSUNG KLIK DI SINI

(aid/hns)