Stok Langka, Harga Tabung Oksigen Ancang-ancang Naik

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 14:30 WIB
Kasus COVID-19 di Kota Bandung, Jawa Barat naik. Permintaan isi ulang oksigen pun meningkat, seperti di Depot Restu Fadil Gas, Kota Bandung.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Akhir-akhir permintaan tabung gas oksigen terus mengalir deras bersamaan dengan lonjakan COVID-19 di berbagai daerah. Beberapa pedagang di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur mengaku kehabisan stok tabung gas oksigen dalam kurun waktu satu hari penjualan.

Keadaan tersebut berlanjut hingga hari ini, Sabtu (26/6/2021) pedagang di kawasan Pasar Pramuka masih tak memiliki stok tabung gas oksigen.

"Kosongnya dari kemarin, baru dua hari ini, benar-benar kosong sama sekali ketersediaannya. Kemarin minat masyarakat untuk membeli terlalu banyak," kataKetua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka Yoyonsaat ditemui detikcom.

Perihal harga tabung gas oksigen di sekitar kawasan Pasar Pramuka, dia mengatakan, tergantung dari ukuran tabung. Rata-rata berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp 1.2 juta.

"Terakhir kemarin antara Rp 750 ribu sampai Rp 1,2 juta karena kan jadi ada ukurannya, 1 m³ Rp 750-Rp 800 ribu, yang 1 ½ m³ antara Rp 850 ribu-Rp 1 juta yang 2 m³ Rp 1 juta sampai Rp 1,2 juta. Jadi antara itu-itu saja harganya," ujarnya.

Lalu akankah harga tabung gas oksigen naik saat stok tersedia?

Dia menjelaskan, duduk perkara kelangkaan tabung oksigen terjadi oleh dua sebab. Pertama, karena permintaan masyarakat yang tinggi dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Jakarta dan kedua terdapat kendala dalam proses pendistribusian.

Perihal harga akan naik atau tidak, kata dia, tergantung pada harga pasaran dari distributor. "Dari dulu harganya segitu, saya nggak bisa kira-kira (akan naik atau tidak)," tuturnya.

"Itu semua tergantung distributor. Kalau distributor menaikkan harga otomatis kita juga akan naikkan. Masa distributor naik kita tetap harga segitu," sambungnya.

Hingga saat ini, ia masih belum mendapatkan kabar terbaru dari distributor. "Semalam saya dapat info dari kawan-kawan kalau stok masih ada di distributor, cuma kendala di pendistribusiannya. Belum ada info terbaru dari distributor," kata Yoyon.

Dia berharap, masyarakat tidak panik dan tidak perlu menyediakan oksigen di rumah nya masing-masing, terkecuali bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang membutuhkan alat bantuan pernafasan seperti asma dan jantung.

Tak hanya itu, Yoyon pun meminta agar pemerintah segera mengatasi persoalan ini. "Kemudian saya berharap ke pemerintah terutama Pemprov DKI untuk turun langsung (menangani) apa kendala pendistribusian tabung gas macet ke pasar pramuka," katanya.

(eds/eds)