Mohon Bersabar, Penyaluran BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mungkin Terhambat

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 15:51 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah akan menyalurkan BLT UMKM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp 1,2 juta kepada 3 juta penerima. Namun, prosesnya berpotensi terhambat karena adanya lonjakan kasus positif COVID-19 dan pengetatan PPKM mikro.

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM, Eddy Satriya menjelaskan hal di atas dapat mempengaruhi proses pendataan calon penerima di dinas yang membidangi koperasi dan UKM di tingkat kabupaten/kota, kemudian proses pencairan oleh perbankan.

"Tentu saja kita tidak bisa mem ungkiri bahwa pembatasan PPKM ini intinya memang menjaga jarak, mengurangi kerumunan, pada dasarnya yang tentu saja berpotensi dalam kelancaran penyaluran bantuan baik proses pendataan dan juga proses pencairannya," kata dia dalam dialog virtual KPCPEN, Rabu (30/6/2021).

Berkaca dari pengalaman, melonjaknya kasus positif COVID-19 di Jawa Tengah terutama di beberapa kota seperti Kudus, Semarang, Demak, Jepara dan lain sebagainya membuat penyaluran BLT UMKM tersendat.

"Itu kita langsung berkoordinasi dengan dinas setempat dan di-hold (tahan) dulu seminggu, kemudian juga perbankan melakukan perubahan aturan tadinya misalkan 1 bank itu sehari (kapasitas) 200 atau 150 sekarang cukup 50 saja," sebutnya.

"Memang agak ter-delay (tertunda) dari sisi waktu, tapi memang kita lebih mengutamakan kesehatan ataupun keselamatan dari ancaman COVID," sambung Eddy.

Untungnya sejak bulan lalu pihaknya sudah mulai meminta dinas di daerah untuk menyetor data calon penerima BLT UMKM. Saat ini sudah diperoleh data 2,5 juta dari 3 juta yang ditargetkan.

"Kalau nanti setelah kita cleansing datanya, padu padankan, paling tidak dapat 1 juta, kita tinggal sampai September nanti 2 juta, dan mudah-mudahan ini bisa kita atur jaraknya total data masuk dan penyalurannya masih bisa manageable (diatur)," lanjutnya.

Jadi, dijelaskannya, pihaknya sudah secara paralel menyiapkan BLT UMKM bagi 3 juta penerima sejak kuartal II. Dengan demikian, di kuartal III ini tidak terlalu besar hambatannya.

"Nah memang nanti ke depan yang tambahan 2 juta lagi kita berharap dengan pelaksanaan PPKM ini bisa mengurangi dampak COVID sehingga proses penyaluran dana BPUM bisa sesuai dengan harapan kita," tambah Eddy.

Lihat juga video 'Gegara Namanya Unik, Orang-orang Ini Tak Bisa Dapat Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)