3 Dampak Ngeri PPKM Darurat Bagi Biro Perjalanan

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 08:01 WIB
Suasana malam jalan yang terlihat sepi di  kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (12/5/2021) malam. Polda Metro Jaya memberlakukan crowd free night untuk mencegah kerumunan takbir keliling di malam Idul Fitri 1442 yang berlaku mulai pukul 22:00 malam ini  untuk mencegah penularan COVID-19.  ANTARA FOTO/ Reno Esnir/hp.
Foto: ANTARA/RENO ESNIR
Jakarta -

Presiden Joko Widodo resmi memberlakukan PPKM darurat. PPKM darurat akan berlaku pada 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali dengan memuat sejumlah aturan ketat.

Salah satunya syarat perjalanan yang mengharuskan membawa bukti vaksin dan bebas COVID-19 serta seluruh kegiatan dan tempat pariwisata ditutup sementara. Kebijakan tersebut dinilai akan berimbas pada pelaku perjalanan pariwisata.

Berikut ini beberapa dampak yang terjadi pada biro perjalanan (Travel Agent) selama penerapan PPKM Darurat.

1. Banyak Agen Travel Berhenti Beroperasi

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardijansjah mengatakan, hampir 100% pengusaha agen berhenti beroperasi. Dia menyebut, dengan PPKM Darurat biro perjalanan akan semakin tiarap.

"Ini memperpanjang masa tiarap kawan-kawan pariwisata terutama travel agen. Mau dibilang berapa persen saat ini hampir bisa dibilang 100%. Hampir tidak ada kegiatan pariwisata, nah ini kalau diperpanjang, memperpanjang masa tiarapnya," Budijanto.

2. 95% Travel Tidak Ada Pegawai

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Bahriyansah Momod mengungkapkan, ada 95% travel agent yang pegawainya sudah tidak lagi bekerja.

"Kalau biro perjalanan sudah memutuskan, terhitung 95% itu udah nggak ada pegawai. Dari agent travel swasta, mau tidak mau berhenti," kata Bahriyansah.

Di PPKM Darurat kali ini, pihaknya berharap tidak ada lagi pemutusan kerja. "Dua minggu ini harapan kami sih tidak. Karena 5% yang ada ini mereka di bawah korporat, di bahwa koperasi, di bawah instansi mudah-mudahan teman-teman kami masih bisa dipertahankan," sambungnya.

3. Mantan Pegawai Banting Setir Jadi Pedagang Hingga Serabutan

Bahriyansah mengungkapkan yang awalnya bekerja sebagai tenaga profesional tourism industry, kini harus beralih profesi dari mulai pedagang hingga bekerja serabutan.

"Kebanyakan mereka berdagang online dengan kemampuan mereka, kantornya dibuat semacam rumah makan atau warung. Ada yang buka kafe, dan ada beberapa beralih profesi bekerja serabutan apa saja itu juga tidak sedikit," katanya.

(zlf/zlf)