Kasus Penolakan Investor Asing Terlalu Dibesar-besarkan

Kasus Penolakan Investor Asing Terlalu Dibesar-besarkan

- detikFinance
Selasa, 21 Mar 2006 14:22 WIB
Jakarta - Gelombang penolakan investasi asing di pertambangan seperti yang terjadi di PT Freeport Indonesia, PT Newmont dan ExxonMobil dinilai terlalu dibesar-besarkan."Kalau saya cukup sederhana. Ini adalah topik-topik yang menurut saya sebagai orang pasar modal dan Indonesia, terlalu dibesar-besarkan," kata Senior Country Officer JP Morgan Indonesia, Gita Wirjawan saat ditemui di Kantor Wapres, Jakarta (21/3/2006).Gita menilai, yang semestinya lebih dikedepankan adalah sisi positif dari masuknya para investor asing tersebut. Tidak hanya di bidang pertambangan, tapi juga sektor lainnya.Selain menyerap banyak tenaga kerja dari dalam negeri untuk sektor yang dikerjakan, juga akan mendorong kegiatan ekonomi daerah mereka yang kelola dan di sekitarnya. Akan lebih banyak terbuka lapangan kerja baru dalam skala besar.Sementara untuk komunitas luar negeri, lanjut Gita, keberadaan perusahaan multinasional memberi sinyal sangat positif. Hal itu akan mendorong percepatan datangnya arus modal yang sejalan dengan program Pemerintah menarik investor internasional ke Tanah Air.Respons positif para investor atas upaya Pemerintah itu kini sudah terlihat. Indikasinya adalah tingkat indeks pasar modal yang berada di level tertinggi. Demikian juga level rupiah yang dalam tempo satu setengah tahun sampai pada titik yang paling baik.Gita meyakini, semua pertanda baik di atas akan terus berlangsung. Apalagi kini sedang diupayakan modifikasi kebijakan perpajakan, pembukaan free trade zone baru dan lainnya yang memberikan insentif lebih banyak bagi investor."Tapi lebih penting lagi, kemudahan dan kesederhanaan dalam penyampaian ataupun implementasi kebijakan perekonomian di Indonesia," sambung Gita.Khusus kasus ExxonMobil di Blok Cepu, Gita menyarankan Pemerintah lebih gencar lagi melakukan sosialisasi tentang manfaat positif yang akan didapatkan oleh warga sekitar. Penerimaan masyarakat merupakan pegangan investor menjalankan kegiatan usahanya."Kita memerlukan contoh komunikasi kayak gitu. Ada event perekonomian yang bisa dipakai sebagai pegangann oleh masyarakat internasional untuk memberikan keyakinan," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads