Waduh! Lion Air Dikabarkan Nunggak Utang Sewa Pesawat Rp 7 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 14:24 WIB
Lion Air Airbus 330-900NEO
Foto: dok. Lion Air
Jakarta -

PT Lion Mentari Airlines, perusahaan grup maskapai Lion Air dikabarkan sedang kesulitan melakukan pembayaran kepada lessor pada beberapa pesawatnya. Perusahaan disebut sedang mengalami masalah finansial imbas pandemi COVID-19.

Dilansir dari laporan Bloomberg, Jumat (2/7/2021), Lion Air telah mengandangkan sekitar 25 pesawatnya karena belum membayar uang sewanya terhadap lessor. Disebutkan Lion Air menunggak uang sewa sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun (dalam kurs Rp 14.000).

Lion Air juga disebut sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan dan menawarkan pesawat-pesawatnya untuk menutup tunggakan.

Mereka mempertimbangkan untuk mengembalikan enam pesawat Boeing 737-900ER jarak jauhnya kepada lessor pada bulan Juli. Bahkan, beberapa pesawat Boeing 737-900ER lainnya yang memang dimiliki maskapai berpotensi untuk ditawarkan sebagai pengganti pembayaran tunggakan uang sewa pesawat.

Seperti banyak maskapai penerbangan, bisnis Lion Air hancur akibat pandemi virus Corona. Kapasitas penumpang di Indonesia masih sekitar 41% di bawah level 2019 sesuai data dari pelacak penerbangan OAG menunjukkan.

Maskapai ini disebut mengoperasikan armada lebih dari 250 pesawat. Sekitar 80% armada grup merupakan pesawat sewaan dari sekitar 42 lessor yang beroperasi.

Masalah utang sewa sendiri sudah menghampiri Lion Air sejak tahun lalu. Lion Air mendapatkan gugatan pada pengadilan litigasi di London, Inggris pada September 2020 yang lalu. Lion Air Group dituntut membayar US$ 12,8 juta (£ 10 juta) atau sekitar Rp 189 miliar (dalam kurs Rp 14.800).

Dikutip dari situs Law360, tuntutan tersebut diajukan oleh perusahaan penyewaan pesawat bernama Goshawk Aviation Ltd. Lion Air disebut berutang untuk biaya sewa tujuh pesawat Boeing 737.

Tonton juga Video: Lion Air dan Citilink Dilarang Bawa Penumpang ke Pontianak

[Gambas:Video 20detik]



(hal/fdl)