Gokil! Harga Ivermectin Tembus Rp 700.000 di Toko Online

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 17:17 WIB
Ivermectin is not a brand name: it is the generic term for the drug.
Foto: Getty Images/iStockphoto/RapidEye
Jakarta -

Ivermectin telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) termasuk PPN ditetapkan seharga Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet. Sementara, harga dari Ivermectin di toko online ada yang menjual hingga Rp 700.000.

Berdasarkan penelusuran detikcom, di toko online dengan logo berwarna hijau, salah satu toko obat online menjual Ivermectin seharga Rp 700.000. Dalam deskripsi toko tersebut harga itu untuk 10 gram obat dan foto yang diunggahnya penampakan Ivermectin berisi 10 tablet. Ivermectin di toko ini sudah terjual 17 buah.

Masih di toko online yang sama, penjual obat online lain mematok harga Ivermectin Rp 450.000 per 10 tablet. Ivermectin di toko ini sudah terjual sebanyak 22 sachet.

Di toko online dokter dengan logo berwarna merah muda, Ivermectin 12 mg kemasan dus di mana 1 botol berisi 20 tablet dijual seharga Rp 190.000 - Rp 197.0000. Kemudian Ivermectin yang jenis strip dipatok Rp 216.800- Rp 312.400 untuk strip berisi 10 tablet. Dalam deskripsi toko, obat itu bisa dibeli dengan resep dokter.

Harga itu tentu jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Indofarma bahwa harga HET untuk Ivermectin termasuk PPN untuk produk Ivermectin tablet 12 mg/botol isi 20 tablet Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet. Sedangkan Harga Netto Apotek (HNA) ditetapkan oleh perseroan adalah Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tablet

PT Indofarma Tbk, mengatakan saat ini produk Ivermectin dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc. Jaringan tersebut akan diperluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat.

Kapasitas produksi Ivermectin eksisting 4,5 juta tablet/bulan dengan menggunakan satu lini fasilitas produksi. Guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat, perseroan akan meningkatkan kapasitas menjadi dua kali lipat atau lebih dari kapasitas eksisting.

Sebagai informasi, Ivermectin telah mendapat lampu hijau untuk uji klinis obat COVID-19. Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengumumkan uji klinis untuk Ivermectin sebagai obat COVID-19 segera dilakukan.

(eds/eds)