TDL Batal Naik, Tak Ada Mobil Baru dan Gedung Baru

TDL Batal Naik, Tak Ada Mobil Baru dan Gedung Baru

- detikFinance
Selasa, 21 Mar 2006 17:32 WIB
Jakarta - Tarif dasar listrik (TDL) batal naik. Konsekuensinya, pemerintah harus mengencangkan ikat pinggang. Caranya? Nggak bangun gedung baru dan beli mobil baru. Bener nih?"Kita excercise APBN dengan menghemat pos belanja departemen dan lembaga-lembaga negara non departemen, tidak membangun gedung baru dan jangan beli mobil baru," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.Hal itu disampaikan Paskah dalam jumpa pers usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/3/2006).Namun Paskah menegaskan, meski pemerintah harus menggelontorkan duit lebih banyak untuk menutup subsidi listrik, namun pemerintah akan mengupayakan agar defisit tetap di bawah 1 persen.Sementara Menkeu Sri Mulyani mengaku pemerintah masih akan memperhitungkan skenario anggarannya bersama dengan Panitia Anggaran DPR."Kalau diputuskan defisitnya lebih besar oleh DPR, maka kita akan mulai memikirkan pembiayaan untuk pendanaan. Pendanaan nanti akan kita lihat dari sumber-sumber pendanaan. Kalau bisa 1 ya kita lakukan 1 dari sisi pengeluaran saja. Kalau tidak mencukupi, baru pengeluaran dan pendapatan dan dari sisi pembiayaan," jelas Sri Mulyani.Dengan tidak dinaikkannya TDL, maka pemerintah harus mencari tambahan subdisi sekitar Rp 10 triliun. Namun menurut Sri Mulyani, kekurangan itu tidak harus ditanggung pemerintah sendiri. "Tentu kita harus melihat kapasitas PLN untuk menyediakan atau menambal dirinya sendiri, baru kemudian berapa yang harus kita sediakan," tegasnya.Langkah prioritas untuk penanganan anggaran, lanjut Sri Mulyani, akan ditempuh dengan efisiensi pengeluaran. "Kalau efisiensi pengeluaran dilakukan, itu pun harus kita lakukan secara hati-hati, karena kita tidak ingin momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang kita jaga sedang terganggu akibat pemerintah mengurangi pengeluaran," tegasnya.Sementara dari sisi pengeluaran, pemerintah pun akan berupaya menghemat. "Selalu kita akan lihat setiap bulannya akan kita tekan," tambahnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads