Ivermectin Langka dan Tembus Rp 800 Ribu, Erick Thohir: Kita Banjirin Stok!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 16:36 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir cek obat Ivermectin ke Kimia Farma
Foto: Achmad Dwi Afriyadi-detikcom
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pihaknya siap melakukan intervensi pasar untuk meredam harga obat terapi COVID-19. Hal ini sebagai respons kelangkaan stok dan tingginya harga Ivermectin di toko online yang mencapai Rp 800 ribu.

Erick mengatakan, pihaknya telah siap menaikkan kapasitas produksi obat tersebut hingga dua kalilipatnya.

"Ivermectin di mana-mana itu, di online ada yang harganya sampai Rp 800 ribu, padahal harganya di sini di apotek-apotek ya, terutama Kimia Farma ada, harganya Rp 7.500-7.800, ini kan jauh sekali. Dan saya yakinkan kalau ada permainan di pasar kita intervensi lagi, kita siap," kata Erick di apotek Kimia Farma Matraman, Senin (5/7/2021).

"Ini Indofarma tadi rapat sama dengan saya kapasitasnya siap diduakalilipatkan, kalau kemarin 4,5 juta tadi saya sudah minta Dirut doublekan 8 juta," tambahnya.

Bila itu tak cukup, Erick akan kembali menambah kapasitas. Dia mengatakan, obat itu akan ditambah dari pasokan Kimia Farma.

"Kalau masih ada yang berani-berani bermain lagi, saya siapkan Kimia Farma, bisa 16 juta. Jadi 24 juta per bulan kita akan banjirin. Supaya tadi rakyat dapat akses obat murah. Ini kita lakukan jaringan distribusi Indofarma, Kimia Farma kita punya klinik, kita punya rumah sakit, itu kita mau lakukan itu. Kita ingin memastikan negara hadir," ujarnya.

Erick Thohir sendiri melakukan sidak di tiga apotek Kimia Farma Jakarta siang ini. Langkah tersebut untuk memastikan ketersediaan obat terapi Corona dan vitamin buat masyarakat.

"Dan yang terpenting bukan itunya, harganya. Karena kita tahu banyak sekali di lapangan beredar harga-harga yang ya saya sih terus terang, apa ya, terpukul, sedih juga, marah juga, kenapa pada saat masyarakat sedang membutuhkan, dan ini sudah sering terjadi kalau kita ingat dulu di awal 2020 masker sempat seperti itu, APD, sekarang tadi obat-obat terapi berulang lagi," ujarnya.

(acd/zlf)