Mundur dari CEO, Ini Warisan Jeff Bezos untuk Amazon

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 10:54 WIB
Jakarta -

Orang terkaya dunia Jeff Bezos telah mundur dari jabatannya sebagai CEO Amazon pada Senin kemarin (5/7/2021). Ia meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun dari tahun 1994 dan menjadikannya sebagai raksasa e-commerce senilai US$ 1,7 triliun atau senilai Rp 24,54 kuadriliun (asumsi kurs Rp 14.400).

Dikutip dari CNBC, Selasa (6/7/2021), selama 27 tahun Bezos menjadi CEO, ia secara rutin memberi saran dan pelajaran yang di dapat dalam wawancara dan surat tahunannya kepada pemegang saham Amazon. Salah satu pelajaran yang ditinggalkan Bezos di Amazon ialah soal mengambil risiko.

"Ketika Anda berpikir tentang sesuatu bahwa Anda akan sesali ketika berusia 80 tahun, itu hampir selalu merupakan hal-hal yang tidak Anda lakukan. Itu adalah tindakan kelalaian. Sangat jarang Anda menyesali sesuatu yang Anda lakukan gagal dan tidak berhasil atau apapun," kata Bezos dalam sebuah wawancara tahun 2018.

Filosofi itu membantu kehidupan Jeff Bezos bahkan sebelum ia meluncurkan Amazon. Ketika berusia 30 tahun, ia memiliki pekerjaan di Wall Street di hedge fund DE Shaw. Namun, ia melihat prospek internet di masa depan dan mendapat ide untuk membangun toko buku online.

Bezos yakin ide itu memiliki potensi. Tapi, ia berusaha meyakinkan bahwa risiko untuk mempertahankan pekerjaan yang dimiliki akan lebih kecil.

Dalam sebuah kegiatan api unggun di India 2020 silam, ia kembali membayangkan dirinya saat berusia 80 tahun.

"Apakah saya akan menyesal meninggalkan perusahaan ini di pertengahan tahun? Dan meninggalkan bonus tahunan saya?"

Bezos pun memutuskan untuk memulai Amazon dari sebuah garasi di pinggiran Kota Seattle pada musim panas 1994. Situs web tersebut ditayangkan setahun kemudian, pada 16 Juli 1995.

"Saya tidak berpikir saya akan menyesal mencoba dan gagal. Dan saya curiga saya akan selalu dihantui oleh keputusan untuk tidak mencoba sama sekali," kata Bezos pada 2018.

"Mengambil jalan yang kurang aman untuk mengikuti hasrat saya, dan saya bangga dengan pilihan itu," ujarnya.

Selain itu, Bezos juga meninggalkan pelajaran mengenai membuat keputusan yang baik dan cepat. Bezos percaya bahwa kunci untuk mempertahankan bisnis yang inovatif adalah membuat keputusan yang berkualitas tinggi dan berkecepatan tinggi.

Dalam suratnya tahun 2015 kepada pemegang saham Amazon, Bezos menulis tentang pentingnya kecepatan dan kegesitan dalam menjadikan Amazon perusahaan besar. Meskipun dia mengakui bahwa beberapa keputusan tidak dapat diubah atau hampir tidak dapat diubah.

Keputusan harus dibuat dengan cepat. Jika tidak, tulisnya, orang atau perusahaan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempertimbangkan keputusan.

"Kelambatan, penghindaran risiko yang tidak bijaksana, kegagalan untuk bereksperimen secara memadai, dan akibatnya penemuan yang berkurang."

(acd/zlf)