Tok! DPR Ubah Asumsi Ekonomi Makro 2022, Ini Rinciannya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 13:02 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui sidang paripurna resmi memberikan restu atas kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022 yang telah disusun pemerintah. Meskipun, ada beberapa yang diubah.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Muhidin Moh Said mengatakan perubahan dari yang diusulkan pemerintah itu telah disepakati sesuai dengan hasil diskusi pemerintah bersama perwakilan DPR RI, baik di Komisi XI dan Banggar. Hal ini sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan domestik di masa pandemi saat ini.

Perubahan yang disepakati adalah nilai tukar rupiah di RAPBN 2022 yang diusulkan pemerintah adalah Rp 13.900-15.000/US$, kesepakatannya menjadi Rp 13.900 hingga Rp 14.800/US$.

"Nilai tukar rupiah dalam KEM-PPKF Rp 13.900-15.000/US$, kesepakatan Rp 13.900-14.800/US$," kata Muhidin dalam sidang paripurna, Selasa (6/7/2021).

Selain asumsi rupiah, indikator makro lain yang berubah adalah harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari usulan US$ 55-65 per barel, kesepakatannya menjadi US$ 55-70 per barel.

Kemudian lifting minyak bumi dari usulan 686.000-726.000 barel per hari, kesepakatannya menjadi 686.000-750.000 barel per hari. Lalu lifting gas bumi dari 1.031-1.103 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD), jadi 1.031-1.200 juta barel minyak ekuivalen per hari

Sementara target pertumbuhan ekonomi di 2022 tetap berada pada angka 5,2-5,8%. Meskipun itu diakui sulit tercapai jika pertumbuhan ekonomi di 2021 ini di bawah 3%.

"Momentum pemulihan ekonomi nasional pada tahun ini kita harapkan PDB bisa tumbuh minimal 4%, sebab pemerintah akan sangat sulit mengejar target pertumbuhan PDB tahun depan minimal 5% bila pertumbuhan PDB kita pada tahun ini di bawah 3%," kata Muhidin.

Berikut rincian asumsi makro dalam RAPBN 2022 yang telah disepakati:

- Pertumbuhan ekonomi tetap 5,2-5,8%
- Inflasi 2 - 4%, kesepakatan 3 plus minus 1%
- Tingkat bunga SUN 10 tahun tetap 6,32 - 7,27%
- Nilai tukar rupiah Rp 13.900 - Rp 15.000/US$, kesepakatan Rp 13.900 - Rp 14.800/US$
- ICP US$ 55 - US$ 65 per barel, kesepakatan US$ 55 - US$ 70 per barel
- Lifting minyak bumi 686.000-726.000 barel per hari, kesepakatan 686.000-750.000 barel per hari
- Lifting gas bumi dari 1.031-1.103 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD), kesepakatan 1.031-1.200 juta BOEPD

Target Indikator Pembangunan 2022:

- Nilai tukar petani dari 102-105, kesepakatan 103-105
- Nilai tukar nelayan dari 102-105, kesepakatan 104-106
- Pembangunan tingkat pengangguran terbuka tetap 5,5-6,3%.
- Tingkat kemiskinan tetap 8,5-9%
- Gini ratio indeks tetap 0,36-0,378%

Simak juga video 'Sri Mulyani Sebut Ekonomi Kuartal III di Bawah 4 Persen':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)