Berburu Susu Beruang Kala PPKM Darurat: Susah Bangeeeeeet!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 05:30 WIB
Stok Susu Beruang Ludes di Supermarket
Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

'Susu beruang' Bear Brand salah satu produk yang banyak dicari semenjak lonjakan kasus COVID-19. Hal itu diketahui dari video viral di media sosial belum lama ini yang menunjukkan masyarakat ramai memborong hingga sulit ditemui di supermarket.

Di HERO Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (7/7/2031), tidak ada 'susu beruang' dalam deretan rak susu lainnya. Salah satu staf yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa stok 'susu beruang' kosong sejak satu minggu belakangan ini.

"(Susu beruang) habis sudah seminggu ini nggak ada. Banyak customer yang nyari katanya saya sudah ke sini, ke sini katanya nggak ada, memang lagi susah," katanya kepada detikcom.

Padahal stok susu beruang yang dimiliki terbilang banyak yakni hingga 20 karton (600 kaleng) sebelum stok habis. Dia juga heran mengapa 'susu beruang' banyak diperebutkan sampai stoknya habis.

"Kalau kondisi normal (stok) 20 karton, satu karton 30 kaleng. Sebelum ada Corona juga banyak pasar dari Bear Brand, tapi nggak pernah sampai habis stok kayak gini, ini baru pertama kali kayak gini," tuturnya.

Bergeser ke Hari Hari Bintaro, 'susu beruang' juga tidak ditemui keberadaannya. Bahkan di sini sudah lama kosong sekitar tiga minggu yang lalu.

"Kosong sudah tiga minggu. Bukannya kita nggak mau stok, tapi memang dari sananya susah," tuturnya.

Masih di daerah Bintaro, di Transmart masih ada 'susu beruang' varian yang Gold Malt ukuran 140 ml. Salah satu pegawai bernama Dodi mengatakan permintaan 'susu beruang' varian original memang paling banyak dicari masyarakat.

"Tinggal yang cokelat itu, yang putih memang susah soalnya memang banyak dicari," imbuhnya.

Apa kata Nestle soal fenomena langkanya susu beruang ini? Klik halaman berikutnya.