Bicara dengan Dubes AS, Airlangga Ingin Perdagangan Naik 3x Lipat

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 15:31 WIB
Airlangga Hartarto Melakukan Courtesy Call dengan Dubes AS untuk RI
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi meningkat dari nilai perdagangan saat ini sekitar USD 30 miliar. Diketahui nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan perdagangan bilateral antara Amerika Serikat dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia H.E. Sung Kim saat melakukan courtesy call dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Keduanya membahas isu terkait upaya peningkatan kerja sama bidang ekonomi secara bilateral, penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan atas masa sulit yang dihadapi Indonesia karena pandemi COVID-19. Pemerintah Amerika Serikat mendonasikan 4 juta dosis vaksin Moderna yang dijadwalkan akan segera tiba, beserta bantuan teknis dan medis lainnya serta oksigen," ujar Kim dalam keterangan resmi, Kamis (8/7/2021).

Ia mengharapkan hubungan ekonomi termasuk di bidang perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus bertumbuh. Sebab terdapat berbagai prospek investasi dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang tertarik kepada Indonesia.

Sementara itu, Airlangga sepakat bahwa neraca perdagangan bilateral kedua negara dinilai masih kecil. Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi atas dukungan dan suplai vaksin Moderna dari Amerika Serikat.

"Kita dapat meningkatkan nilai perdagangan hingga dua atau tiga kali lipat, mengingat Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di ASEAN. Terdapat banyak ruang untuk perdagangan kedua negara," ulasnya.

"Dukungan vaksin dapat membantu dan meningkatkan level kepercayaan para tenaga kesehatan dan para garda depan," imbuh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tersebut.

Lebih lanjut Airlangga juga menjelaskan dalam melayani kebutuhan masyarakat dalam perawatan medis selama masa pandemi, pemerintah menggunakan medical devices baik dari dalam negeri maupun impor. Hal ini didukung dengan relaksasi bea masuk.

Sebagai informasi, pertemuan ini juga membahas prospek kerja sama energi terbarukan. Airlangga memaparkan berbagai potensi sumber daya energi terbarukan seperti matahari, angin, dan panas bumi di Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah mendorong penggunaan panel surya di beberapa pulau seperti Batam dan Bintan melalui Solar Program, untuk menaikkan pasar permintaan panel surya. Indonesia terbuka untuk kerja sama dengan Amerika Serikat guna mendorong percepatan transisi
menuju Energi Terbarukan di Indonesia.



Simak Video "Jokowi Bentak Bos Pertamina yang Lamban Garap Proyek Miliaran Dolar"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)