BUMN Jalankan Penugasan, Nusron Wahid: Mau Tak Mau Berdarah-darah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 17:37 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Anggota Komisi VI Fraksi Golkar Nusron Wahid mengungkap, penugasan pemerintah menjadi beban bagi perusahaan pelat merah. Maka itu, ia yakin BUMN akan lebih senang jika memilih bisnis dengan pendekatan bisnis murni daripada penugasan.

"Saya paham betul, kalau temen-temen BUMN dikasih kesempatan untuk memilih, mereka lebih setuju dan lebih senang memilih pendekatan bisnis murni, tidak mau melaksanakan pendekatan ada namanya PMN penugasan," katanya dalam rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, penugasan merupakan proyek rugi. Dia bilang, lebih baik jika menggunakan pendekatan proyek pemerintah seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

BUMN tidak berperan sebagai investor tapi menjadi kontraktor dan pemberi jasa. Nurson bilang, hal itu lebih menguntungkan.

"Seharusnya lebih masuk dan lebih simpel seandainya proyek ini dalam bentuk pendekatan government project seperti yang dilakukan oleh PU yang kemudian BUMN-BUMN karya yang mendapatkan tugas itu, murni tidak menjadi investment tapi murni menjadi kontraktor atau hanya jasa dalam hal itu. Itu lebih menguntungkan," katanya.

Dia pun mengatakan, BUMN yang dipaksa menjalankan penugasan membuat mereka 'berdarah-darah'.

"Karena ini dipaksa untuk melakukan investment maka mau tidak mau mereka bukunya berdarah-darah, bukunya menjadi merah dan banyak di antara mereka yang berpuasa sebenarnya dari sisi pekerjaan untung tapi karena akibat investasi menjadi rugi," katanya.

Nusron sendiri mendukung pemberian penyertaan modal negara (PMN) yang diusulkan Kementerian BUMN untuk menjalankan penugasan. Sebab, itu adalah misi pemerintah.

(acd/eds)