Mantra Sri Mulyani ke UKM: Menjadi Eksportir Itu Bisa dan Mudah

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 11:06 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan dialog dengan perwakilan pegawai Kementerian Keuangan yang mengikuti program Secondment, yaitu sebuah program penugasan pegawai di unit tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu mengangkat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui ekspor.

Awalnya, salah satu pegawai Nugroho menyampaikan beberapa pencapaian yang dilakukan oleh pegawai Kemenkeu di daerah terutama di Gresik, Solo dan Sidoarjo. Nugroho mengungkapkan beberapa permasalahan UKM seperti permodalan, perizinan hingga pemasaran.

"Setelah mereka ada business matching alhamdulillah produk ke Hong Kong dan Brunei tahun ini target kita Rp 138 miliar untuk Brunei. Jepang ekspor ikan bandeng walaupun untuk umpan tuna dan dari Bali ekspor kopi untuk ke Eropa," kata Nugroho dalam live streaming YouTube Kemenkeu RI, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut, pencapaian lainnya pun ada dari ekspor jahe dan permen jahe dari Solo yang menembus pasar Amerika Serikat. Jenis tersebut dinilai cocok untuk pasar terlebih saat musim dingin.

Kemudian, Sri Mulyani bertanya kembali mengenai pelaku ekspor yang disebutkan merupakan eksportir baru atau lama yang kemudian dikembangkan. Nugroho menjawab, sebagian besar UKM yang melakukan ekspor merupakan baru.

"Ada yang sudah ekspor tapi sebagian besar baru karena mereka tidak menemukan pasar, akhirnya kita carikan pasar. Kita bimbing cara membuat pemberitahuan ekspor barang (PEB), bisnis matching dan lain-lain," jelas Nugroho.

Di akhir, Sri Mulyani mengatakan, pencapaian eksportir baru dari UKM merupakan nilai tambah. Menurutnya, selama ini pemikiran UKM untuk menjadi eksportir itu sulit.

"Itu nilai tambah yang sangat besar ya, terutama eksportir baru karena mereka menganggap mindset-nya susah, ternyata menjadi eksportir itu bisa dan mudah," pungkasnya.

(eds/eds)