Menhub: Proyek MRT Jalan Terus
Rabu, 22 Mar 2006 17:31 WIB
Jakarta - Meski Japan for International Corporation (JBIC) batal mendanai Mass Rapid Transportation (MRT), namun proyek tersebut akan jalan terus. Ada alternatif lain untuk pengerjaan proyek ini yakni dari konsorsium BUMN. "Ini hanya salah satu alternatif. Bisa saja resources dari pinjaman lain. Pokoknya pembangunan harus tetap jalan. Itu sudah kesepakatan," tegas Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/3/2006).Hatta juga mengakui bahwa pihak Jepang dan Indonesia tidak mencapai kesepakatan soal bentuk pinjaman. Indonesia menginginkan pinjaman yang tidak mengikat alias untied (bukan untight seperti disebut dalam berita sebelumnya). "Sedangkan Jepang ingin tied. Tetapi pembangunan MRT sendiri tetap harus berjalan. Cuma sumbernya bisa dari Jepang atau macam-macam," cetus Hatta.Hatta menambahkan, bahwa Bappenas kini tengah berupaya merundingkan kembali pendanaan dari JBIC tersebut. "Yang pasti perundingan dengan Jepang masih terus berlanjut," tegas Hatta.Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta sebelumnya mengatakan, pemerintah menginginkan bantuan yang sifatnya untied karena Indonesia menginginkan penggunaan tenaga kerja dan bahan baku lokal yang lebih banyak. Sejauh ini Jepang menolak keinginan Indonesia.
(qom/)











































