Demi Bertahan, Tentara Lebanon Sewakan Helikopter buat Keliling Kota

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 10 Jul 2021 11:00 WIB
Tentara Lebanon Jajakan Sewa Helikopter
Foto: Dok. REUTERS/Mohamed Azakir
Jakarta -

Dengan krisis ekonomi yang saat ini diderita Lebanon, para tentaranya harus memutar otak untuk membiayai pemeliharaan helikopter yang ada. Salah satunya dengan menjajakan sewa helikopter yang mereka miliki. Hal ini menjadi gambaran betapa ngerinya masalah keuangan yang dihadapi negara itu.

"Perang yang kami hadapi adalah ekonomi dan oleh karena itu membutuhkan cara yang tidak konvensional ... dan ide yang kami miliki adalah melakukan tur helikopter," kata Juru Bicara Militer Lebanon, Kolonel Hassan Barakat, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/7/2021).

"Biaya perjalanan ini akan menjamin pemeliharaan penting pesawat." katanya.

Paket yang ditawarkan adalah perjalanan 15 menit dengan helikopter pelatihan tentara Robinson R44 berharga US$ 150.

Sebagai informasi, Lebanon saat ini mengalami salah satu depresi terdalam dalam sejarah modern. Mata uangnya telah kehilangan lebih dari 90% nilainya dalam waktu kurang dari dua tahun dan lebih dari setengah populasi telah tenggelam dalam kemiskinan.

Komandan Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun memperingatkan bulan lalu bahwa krisis ini disebabkan oleh korupsi puluhan tahun dan pemborosan dalam pemerintahan. Hal ini menyebabkan runtuhnya semua lembaga negara termasuk tentara. Dia mencatat gaji bulanan seorang tentara saat ini adalah US$ 90.

Sebagai penerima besar dukungan militer AS, tentara telah menopang stabilitas Lebanon sejak akhir perang saudara 1975-90. Qatar mengumumkan minggu ini akan memberi tentara 70 ton makanan per bulan.

"Ini adalah pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak saya untuk melihat Lebanon, dan pantai Lebanon yang indah dari udara," kata Adib Dakkash, seseorang yang berkunjung dari Swiss.

"Saya lebih suka menghabiskan US$ 150 agar helikopter tentara terus beroperasi, sehingga pilot dan perwira terus terbang, daripada menghabiskannya di restoran, untuk makanan atau hal-hal yang tidak berarti." lanjutnya.

Simak Video: Parahnya Krisis Ekonomi di Lebanon, Warga Berebut Bensin di SPBU

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)