Terungkap! Ini Biang Kerok Krisis di Lebanon

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 06:00 WIB
Warga Lebanon sedang berjuang untuk tetap hidup di tengah kondisi krisis ekonomi negaranya. Situasi di sana disebut neraka oleh warganya sendiri.
Foto: Dok. New York Times

Protes yang terjadi menjadi sebuah fenomena langka sejak perang saudara 1975-1989 yang menghancurkan negara itu berakhir, dan membuat negara itu hampir terhenti.

Perdana Menteri yang baru diangkat kala itu, Hassan Diab kemudian mengumumkan bahwa Lebanon akan gagal membayar utang luar negerinya untuk pertama kalinya dalam sejarah, dengan mengatakan cadangan mata uang asingnya telah mencapai tingkat kritis dan berbahaya, sisanya diperlukan untuk membayar impor yang mendesak.

Kemudian pandemi COVID-19 memperburuk keadaan. Setelah kematian pertama akibat virus Corona dan lonjakan infeksi, lockdown diberlakukan pada pertengahan Maret 2020 untuk mengekang penyebaran virus.

Di satu sisi, itu memaksa pengunjuk rasa anti-pemerintah turun dari jalan. Tetapi di sisi lain itu membuat krisis ekonomi jauh lebih buruk dan mengungkap bobroknya sistem kesejahteraan sosial di Lebanon.


(aid/fdl)