Permintaan Hewan Kurban Turun, Peternak Gelisah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 16:20 WIB
Penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan oleh terjadinya pandemi yang sedang melanda Indonesia.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Permintaan hewan kurban diprediksi akan turun di tahun ini. Pemerintah memprediksi akan ada penurunan permintaan sebesar 10% untuk hewan kurban tahun ini.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Nuryani Zainuddin menjelaskan, Kementerian Pertanian memprediksi jumlah permintaan di Idul Adha tahun ini sekitar 1,5 juta hewan kurban. Angka prediksi itu turun dari realisasi di Idul Adha 2020 yang mencapai 1,68 juta ekor.

"Diprediksi di 2021 menurun 10%, ada kemungkinan penurunan pemotongan terkait hewan kurban. Kurang lebih sisa 1,5 juta ekor lah mencakup sapi, kerbau, kambing, dan domba," ungkap Nuryani dalam diskusi virtual FMB 9, Senin (12/7/2021).

Dengan prediksi itu, dia meyakini stok hewan kurban akan cukup menutupi kebutuhan tahun ini, bahkan bisa berlebih. Dia memaparkan ada 1,76 juta hewan kurban secara nasional, mulai dari sapi, kerbau, kambing, hingga domba.

"Dari perkiraan mengalami penurunan bila dibandingkan ketersediaan maka insya Allah stoknya terpenuhi," ungkap Nuryani.

Namun, Ketua Dewan Pengurus Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Nanang Purus Subendro menilai penurunan permintaan mungkin akan jauh lebih dalam dari prediksi pemerintah. Saat ini saja permintaan hewan kurban di para pedagang sudah turun 50%, hal itu membuat para peternak harap-harap cemas.

"Tahun ini agak sulit prediksi situasi kami harap-harap cemas, harapan peternak yang banyak hadir setahun sekali, tapi di h-8 permintaan masih banyak di bawah 50% dari yang disiapkan. Kami sudah prediksi ada penurunan, tadi diprediksi 10% tapi di lapangan kayaknya lebih dari 10%," papar Nanang dalam diskusi yang sama.

Nanang menjelaskan saat ini daya beli masyarakat anjlok, maka keinginan untuk membeli kurban makin berkurang. Permintaan yang ada pun hanya kepada hewan-hewan yang cenderung murah.

"Sehubungan dengan demand menurun, memang daya beli turun. Hewan kurban yang diminati pun relatif kecil. Banyak yang cari harga di bawah Rp 23 juta syaratnya yang penting gemuk dan dewasa, gigi permanen tumbuh dua," papar Nanang.

Di sisi lain, menurut Haji Doni, pemilik Mal Hewan Kurban di Depok, Jawa Barat, kemungkinan permintaan hewan kurban akan turun mencapai 60% di tempatnya. Dia memaparkan hal ini disebabkan oleh sulitnya masyarakat melakukan survei langsung.

"Bukan 10% lagi, tempat saya itu akan turun mencapai 60% karena dengan adanya PPKM di DKI dan Depok, kan outlet kita di situ, ini kan ketat sekali, pengurban ini nggak bisa melihat kan. Lalu, kalau online ini dia kurang puas, jadi kebanyakan orang nyari yang dekat rumahnya aja," ungkap Doni.



Simak Video "Sambut Idul Adha, Pasar di Irak Dibanjiri Pembeli"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)