Simak Lagi Jawaban Erick Thohir soal Vaksinasi Berbayar

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 16:18 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Polemik mengenai vaksinasi gotong royong untuk individu membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara. Dia menegaskan vaksin berbayar, baik bagi badan usaha maupun individu dilaksanakan sesuai kebijakan vaksinasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Berikut pernyataan Erick Thohir untuk menjawab pro-kontra vaksinasi berbayar untuk masyarakat:

1. Tak Pakai Vaksin Program Pemerintah

Dia menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku, semua vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi gotong royong tidak menggunakan vaksin dari program vaksinasi pemerintah. Vaksinasi program pemerintah disediakan gratis untuk masyarakat.

"Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku, semua vaksin yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong, baik untuk badan usaha/lembaga yang saat ini sudah berjalan maupun untuk individu - tidak menggunakan vaksin yang berasal dari vaksin yang sudah dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah," kata Erick dikutip dari keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

2. Tak Pakai Vaksin Sumbangan

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu juga menegaskan vaksinasi gotong royong tidak memakai vaksin yang diterima Indonesia dari sumbangan negara lain.

"Tidak menggunakan vaksin yang berasal dari sumbangan ataupun hibah dari kerja sama bilateral dan multilateral, seperti hibah dari UAE dan yang melalui GAVI/COVAX," jelasnya.

Simak video 'IDI Dukung Program Vaksin Berbayar Kimia Farma, Asalkan...':

[Gambas:Video 20detik]



Vaksin berbayar juga disebut tidak dibeli pakai APBN. Cek halaman berikutnya.