400 Orang Gagal Daftar CPNS Gara-gara Data PNS 'Siluman', Kok Bisa?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 06:00 WIB
Ratusan CPNS mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Sport Center Arcamanik, Kota Bandung, Senin (14/9). Tes dilakukan dengan protokol kesehatan.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Sebanyak 400 orang gagal mendaftar CPNS 2021. Hal itu disebabkan mereka terdata sebagai PNS walaupun bukan PNS atau sudah bukan PNS.

"Jadi kalau untuk yang terdaftar sebagai PNS itu kemarin ada 400-an aduan, itu masuk ke kita itu memang harus dicek satu satu," kata BKN melalui Instagram @bkngoidofficial, Selasa (13/7/2021).

Mereka yang mendapatinya dirinya terdata sebagai PNS padahal kenyataannya belum pernah menjadi PNS, bisa disebabkan berbagai faktor.

"Kemarin itu salah satu kasusnya ada orang tuanya PNS. Nah tapi didata nasional kita itu NIK-nya si anaknya. Jadi kesannya jadi kayak dia PNS. Padahal itu NIK-nya punya ibunya, datanya data ibunya. Nah itu baru 'oh ternyata dia mungkin salah ketik dulu si ibunya' atau gimana gitu ya. Jadi kita perbaiki, kita hapus supaya dia bisa daftar," papar pihak BKN.

Bagaimana dengan pendaftar CPNS yang masih terdaftar sebagai PNS padahal sudah bukan PNS?

"Kalau yang sudah bukan ASN tapi masih terdaftar sebagai ASN, itu biasanya dia pernah mengundurkan diri. Jadi sudah pernah jadi CPNS, dulu mungkin penempatannya jauh atau gimana terus dia mengundurkan diri. Tapi sudah kadung diusulkan jadinya ke-detect NIK-nya kalau sudah pernah jadi ASN," jelasnya.

"Nah itu bisa (mendaftar CPNS lagi) kalau, syaratnya kan satu periode ya, jadi kalau dia sudah lewat satu periode bisa daftar lagi. Tapi mungkin masih nyangkut datanya," tutur BKN.

Namun, mantan PNS dan diberhentikan secara tidak hormat tidak bisa mendaftar CPNS lagi. Khusus pendaftar yang sudah bukan ASN tapi masih terdaftar sebagai ASN harus mengunggah SK pemberhentian dari instansi yang dulu. Tentunya harus dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak diberhentikan secara tidak hormat, melainkan berhenti atas keinginan sendiri.

"Jadi dia memang mengajukan berhenti bukan diberhentikan dengan tidak hormat," tambah pihak BKN.

(toy/fdl)