Susul Gojek-Tokopedia, Bakal Makin Banyak Perusahaan yang Merger?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 17:05 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Penggabungan usaha atau merger antara Gojek dan Tokopedia menjadi kabar yang menghebohkan. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ke depannya kerja sama memang menjadi suatu keharusan.

"Itu tren yang terjadi ya karena kalau kita lihat hasil survei pun juga mengatakan bahwa ke depan itu orang harus melakukan kerja sama, jadi nggak bisa sendiri," kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta dalam diskusi virtual, Rabu (14/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa yang terpenting adalah pengalaman pelanggan (customer experience), di mana kebutuhannya harus dipenuhi.

"Nah, apa yang dibutuhkan customer? Kenyamanan. Saat ini customer ingin nyaman, one stop shopping gitu ya, satu tapi bisa dilayani semua. Oleh karena itu ekosistem itu penting," paparnya.

Untuk membentuk ekosistem pun tidak melulu harus melalui merger. Ada cara-cara lain yang bisa dilakukan antar penyedia jasa untuk saling mendukung pembentukan ekosistem.

"Jadi kembali lagi yang pertama itu pembentukan ekosistem itu sangat penting. Ekosistem tidak harus selalu dicapai dengan merger tetapi bisa dengan kerja sama, dengan berkolaborasi, nggak perlu merger," sebut Filianingsih.

"Hasil survei itu juga mengatakan di Asia Tenggara ini mereka mengatakan 60% ini yang akan terjadi pembentukan ekosistem. Nah, pembentukan ekosistem itu bisa dilakukan melalui merger, akuisisi, konsolidasi, atau dia kerja sama. Jadi itu yang terjadi," lanjutnya.

Sekali lagi dia menekankan bahwa yang penting adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.

Simak juga video '5 Fakta Merger Gojek dan Tokopedia yang Lahirkan GoTo':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)