Ada Wacana PPKM Darurat 6 Minggu, Pengusaha Makin Ketar-ketir

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 08:45 WIB
Suasana sepi di Mal PGC Jaktim saat PPKM Darurat
Foto: Rakha/detikcom
Jakarta -

Pemerintah dikabarkan telah menyiapkan skenario PPKM Darurat 4 sampai 6 minggu. Pengusaha menilai jika kebijakan tersebut diterapkan maka akan membuat mereka ketar-ketir dan kesulitan untuk bertahan.

"Perpanjangan PPKM Darurat yang disampaikan Menteri Keuangan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR pada tanggal 12 Juli 2021 membuat pengusaha semakin ketar ketir, penuh ketidakpastian," kata Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7/2021).

Dia mengatakan, kondisi itu akan memperberat kondisi pengusaha terutama yang berfokus pada sektor non esensial dan kritikal yang selama ini ditutup selama PPKM Darurat. Ditambah, kata dia, beban pengusaha akan bertambah karena arus kas pengusaha yang harus tetap membayar biaya operasional dengan kondisi nol pemasukan.

"Nggak bisa dibayangkan para pengusaha akan pusing tujuh keliling memikirkan untuk bisa bertahan. Bagi pengusaha ini sudah masuk kategori darurat juga,karena cash flownya semakin sekarat sedangkan peluang mendapatkan omzet dan profit tidak pasti," ujarnya.

Sarman mengatakan, wacana PPMM darurat yang diperpanjang akan semakin membuat pengusaha dilematis termasuk UMKM. Skenario terburuknya, kata dia, pengusaha akan menutup usahanya jika tak mampu mempertahankan daya di masing-masing sektor usaha.

"Ada yang mampu bertahan dengan cash flow yang sudah sangat menipis, ada kemungkinan melakukan rasionalisasi dengan PHK dan merumahkan karyawan bahkan paling ekstrim menutup usahanya," imbuhnya.

Dia mengatakan, selama ini pemerintah sudah mengantisipasi pengusaha agar tidak ada PHK atau penutupan usaha melalui kebijakan stimulus, relaksasi, insentif, keringanan pajak yang meringankan beban pengusaha. Namun, menurutnya, jika COVID-19 berkepanjangan maka pengusaha hanya tinggal menunggu waktu seberapa lama akan bertahan.

"Jika Covid ini masih berkepanjangan dan tidak ada kepastian tentu pelan pelan dan pasti tinggal menunggu waktu akan lebih banyak pengusaha yang akan tumbang khususnya pelaku UMKM yang sangat rentan dengan
kondisi ini. Perpanjangan PPKM darurat ini juga akan sangat berdampat terhadap perlambatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Pihaknya menilai, PPKM Darurat yang saat ini berjalan sudah efektif menekan aktivitas masyarakat dan pengusaha untuk bekerja dari rumah. Walaupun angka COVID-19 masih tinggi, dia berharap ke depan pelan-pelan akan turun ke titik paling rendah.

"Penegakan hukum dan sanksi tetap harus diberikan secara tegas kepada siapapun yang melanggar PPKM darurat tanpa terkecuali termasuk pelaku usaha. Juga kepada oknum yang sengaja menimbun obat untuk mencarikeuntungan sebanyak banyaknya, agar diberikan sanksi yang berat, bila perlu cabut izin usahanya supaya ada efek jera," tegasnya.

Simak video 'Corona Pecah Rekor 54 Ribu, PPKM Darurat Jadi 6 Minggu?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)