Ouch! Ekonomi AS Diserang Lonjakan Inflasi dan Kasus Varian Delta

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 09:20 WIB
Jerome Powell
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Amerika Serikat bersiap untuk melakukan pemulihan ekonomi setelah terkena dampak pandemi COVID-19. Akan tetapi dalam prosesnya terdapat beberapa hambatan dari mulai adanya potensi inflasi hingga naiknya kasus COVID-19 varian delta.

Mengutip Reuters, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menjanjikan dukungan kuat untuk pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. Namun, beberapa pertanyaan tajam datang dari parlemen Republik yang khawatir mengenai lonjakan inflasi baru-baru ini.

Di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS, Powell mengatakan, dirinya yakin kenaikan harga-harga yang terjadi akhir-akhir ini memiliki kaitannya dengan pembukaan kembali AS pasca pandemi. Menurutnya, The Fed harus tetap fokus untuk membuat warganya kembali bekerja.

Dia mengatakan, setiap langkah untuk mengurangi dukungan ekonomi dengan cara memperlambat pembelian obligasi bulanan bank sentral AS senilai US$ 120 miliar itu masih jauh dengan 7,5 juta pekerjaan yang hilang sebelum pandemi.

"Angka inflasi yang tinggi adalah untuk sekelompok kecil barang dan jasa yang terkait langsung dengan pembukaan kembali (negara)," kata Powell, dikutip detikcom, Kamis (15/7/2021).

Dia melihat beberapa indikasi yang membuatnya tidak terlalu terburu-buru untuk beralih ke kebijakan pasca pandemi. Bank sentral AS saat ini mengharapkan untuk melanjutkan pembelian obligasi sampai ada "kemajuan lebih lanjut yang substansial" pada pekerjaan, dengan suku bunga disematkan mendekati nol kemungkinan hingga setidaknya tahun 2023.

Akan tetapi anggota parlemen berulang kali menunjukkan bagaimana kenaikan harga baru-baru ini menjadi perdebatan publik dan politik yang lebih luas. The Fed dan Demokrat mendesak Powell untuk tidak menghentikan pemulihan dengan kebijakan yang lebih ketat dan Partai Republik khawatir tentang respons yang terlalu lambat.

Anggota Partai Republik Missouri Ann Wagner mencatat bahwa Powell pada sidang sebelumnya pada Februari 2021 mengatakan, kenaikan harga yang akan datang akan bersifat sementara. Setengah tahun kemudian, Ann mengatakan, bahwa kenaikan harga masih terjadi di beberapa sektor.

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa keluarga dan bisnis yang saya wakili tidak merasa bahwa lonjakan harga ini bersifat sementara ... Ini adalah perumahan, peralatan, harga makanan, gas," kata Ann.

Data pada Rabu kemarin, menunjukkan harga input pabrik naik lebih cepat dari perkiraan Juni. Hal itu memperlihatkan indikasi pasar sebagai tanda keran moneter akan tetap terbuka.

Selain adanya inflasi, varian Delta Coronavirus pun merupakan risiko baru yang dapat memperlambat pemulihan jika pengeluaran rumah tangga dan bisnis berkurang di tengah penyebaran virus.

Para investor mulai khawatir tentang lambatnya pemulihan ekonomi AS karena jumlah kasus meningkat lagi. The Fed berpandangan, kebijakan era krisis bergantung pada pembukaan kembali kegiatan ekonomi yang berkelanjutan, pemulihan industri sosial dan adanya lapangan pekerjaan.

Ketika Powell terakhir berbicara tentang ekonomi pada konferensi pers 15-16 Juni, infeksi virus corona harian baru jatuh ke posisi terendah dan The Fed mencabut pernyataan kebijakannya bahwa pandemi "terus membebani ekonomi".

Sejak itu varian Delta telah mendorong rata-rata pergerakan tujuh hari kasus dari 11.000 menjadi di atas 21.000, dan pejabat kesehatan khawatir tentang penyebaran varian di beberapa bagian negara di mana tingkat vaksinasi rendah. Hari ini, Kamis (15/7) Powell dijadwalkan hadir di hadapan Komite Perbankan Senat AS pada pukul 09:30 waktu setempat.

(eds/eds)