Beda Pengakuan Luhut: Dulu Bilang COVID-19 Terkendali, Sekarang Nggak

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 06:55 WIB
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya mengakui lonjakan virus Corona tak bisa dikendalikan pemerintah. Menurutnya, varian delta kini sudah mendominasi Pulau Jawa.

Penyebaran virus ini bahkan jauh lebih dahsyat dari varian sebelumnya yang sudah ada di Indonesia. Namun, Luhut menyatakan pemerintah sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan.

"Nah ini saya mohon supaya kita paham, bahwa varian Delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Luhut mengatakan varian delta jauh lebih menular. Menurut studi yang dia paparkan varian virus ini 6 kali lebih menular.

"Varian Delta ini, menurut yang saya baca, itu lebih hampir atau sekitar 6 kali lebih cepat dari varian alpha. Ini dari studi yang saya tahu apakah 5 kali atau 6 kali tergantung siapa yang meneliti, tapi yang jelas jauh lebih dahsyat dari varian alpha yang sebelumnya," imbuh Luhut.

Luhut mengatakan bahwa kini hampir semua wilayah di Jawa didominasi oleh virus Corona varian delta. Dia turut menampilkan sebuah grafik yang menunjukkan peningkatan kasus Corona yang begitu cepat.

"Kalau kita lihat yang marun ini, itulah dia (varian Delta). Jadi hampir semua di Jawa ini kalau nggak boleh saya katakan, ya semua, itu dikontrol oleh varian Delta," ungkap Luhut.

Tapi, Luhut menegaskan, hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia. Negara lain juga mengalami lonjakan jumlah kasus COVID-19 akibat varian Delta. Dari Belanda, Rusia, sampai Amerika pun disebut Luhut mengalami hal yang sama.

"Jangan lihat Indonesia saja yang kena. Itu Inggris juga kena, Belanda kena. Perdana Menteri Belanda kemarin minta maaf karena dia menyetujui lepas masker beberapa waktu yang lalu dan sekarang naik seperti ini. Hari ini juga Malaysia juga sampai hari ini semua juga Delta. Rusia juga, Indonesia, Thailand, dan berikutnya. Amerika sendiri juga terjadi kenaikan yang luar biasa," papar Luhut.

Bagaimana pernyataan Luhut yang dulu? Buka halaman selanjutnya.