Orang Miskin RI Bertambah 1,12 Juta Orang, Rokok Salah Satu Penyumbangnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 10:07 WIB
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial DKI Jakarta membuka pendaftaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara online. Bagaimana cara pendaftarannya?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia periode Maret 2021 sebesar 10,14% atau sebanyak 27,54 juta orang turun 0,05% atau 0,01 juta poin terhadap September 2020.

Tapi jika dibandingkan dengan Maret 2020 angka ini naik 0,36% atau sebanyak 1,12 juta orang. Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan penyebab kenaikan ini adalah adanya pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia.

Margo juga menjelaskan pada September 2013 dan 2015 juga terjadi kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun saat itu disebabkan oleh naiknya harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 dan September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi COVID-19," kata dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/7/2021).

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan pada Maret 2021 sebesar Rp 472.52 per kapita per bulan. Margo menyebut angka ini naik dibandingkan periode September 2020 yakni 2,96%. Lalu jika dibandingkan Maret 2020 terjadi kenaikan sebesar 3,93%.

Margo menambahkan dengan memperhatikan komponen GK yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) bahwa peran komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2021 sebesar 73,96%.

"Pada Maret 2021, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK baik di perkotaan maupun perdesaan, pada umumnya hampir sama," ujar dia.

Beras masih menyumbang yang terbesar yaitu 20,03% di perkotaan dan 24,06% di perdesaan. Lalu rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK yaitu 11,90% di perkotaan dan 11,24% di perdesaan.

Komoditi lainnya adalah daging ayam ras yaitu 4,29% di perkotaan dan 2,75% di perdesaan. telur ayam ras 4,15% di perkotaan dan 3,52% di perdesaan, mie instan 2,46% di perkotaan dan 2,2% di perdesaan, kopi bubuk & kopi instan (sachet) 1,97% di perkotaan dan 1,89% di perdesaan, gula pasir 1,95% di perkotaan dan 2,75% di perdesaan, cabe rawit 1,77% di perkotaan dan 2,23% di perdesaan, dan seterusnya.

"Komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada GK perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, perlengkapan mandi, dan pakaian jadi perempuan dewasa," ujar dia.

(kil/zlf)