Ekspor Pertanian Tumbuh Positif, Kementan Sebut Sudah dalam Koridor

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 13:48 WIB
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri,
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor pertanian naik 33,04% mencapai US$ 0,32 miliar pada Juni 2021. Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan pihaknya juga mencatat adanya kenaikan signifikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) selama periode Oktober 2020 hingga Mei 2021.

"Secara nilai, ekspor sektor pertanian tercatat mencapai sebesar 0,32 miliar dollar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Diungkapkannya angka tersebut membuat ekspor nonmigas secara nasional turut menyumbang sebesar 93,36% dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai US$ 18,55 miliar. Adapun secara kumulatif, ekspor nonmigas selama Januari-Juni mengalami kenaikan sebesar 94,35 %, dengan kenaikan sektor pertanian mencapai 14,05% atau US$ 1,95 miliar.

"Semoga tren kenaikan ini terjadi pada bulan-bulan berikutnya, sehingga upaya kita dalam memulihkan ekonomi nasional dapat dilaksanakan dengan baik," katanya.

Lebih lanjut Margo menjelaskan upah nominal buruh tani dan upah buruh tani secara riil juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,11% dan 0,27%. Menurutnya, berdasarkan laporan BPS, sektor pertanian sejak triwulan II 2020 terus bertumbuh sebesar 16,24 (QtoQ) dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79% atau sekitar Rp 451,77 triliun. Lalu pada triwulan 1 2021 sektor pertanian juga tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 (YoY).

Adapun terkait daya beli petani, dia menyebut angka NTP di bulan Mei tahun ini naik sebesar 0,44% atau mencapai 103,29. Sebelumnya NTP bulan Oktober 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, dan bulan April 102,93.

Begitu pula dengan nilai tukar usaha petani yang naik secara konsisten sejak Oktober 2020, yakni sebesar 1002,42. Lalu pada November mencapai 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei tahun ini angkanya mencapai 104,04 atau naik 0,48%.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan kenaikan ini berarti program Kementerian Pertanian sudah berjalan baik sesuai koridornya, sebagaimana arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

"Kementan menjalankan program KUR (Kredit Usaha Rakyat), kemudian akselerasi ekspor melalui Geratieks (gerakan tiga kali ekspor) yang mengakomodir semua pelaku usaha untuk membuka peluang lapangan kerja yang bermuara pada ekspor dan kesejahteraan petani. Semua program tersebut sudah berjalan dalam koridor yang ada," katanya.

Kuntoro menilai, konsistennya pertumbuhan sektor pertanian saat pandemi tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak. Dia mengatakan kenaikan NTP, NTUP dan ekspor pertanian menunjukkan sektor pertanian mampu menjadi bantalan perekonomian bangsa di tengah pandemi COVID-19.

"Apalagi kebijakan dan intervensi pemerintah dari hulu hingga hilir terus membuahkan hasil positif untuk pertanian dan pangan. Mentan Syahrul Yasin Limpo terus mendorong kebijakan dengan menjaga keseimbangan intervensi program di hulu dan hilir," pungkasnya.



Simak Video "Jokowi Puji Ekspor Pertanian RI Naik Meski Dihantam Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)