Deretan Menteri yang Melawat ke Luar Negeri Sebelum Dilarang Jokowi

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 10:00 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Deretan Menteri yang Melawat ke Luar Negeri Sebelum Dilarang Jokowi
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang menteri dan kepala lembaga ke luar negeri. Hal ini dikecualikan bagi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Jokowi meminta para pimpinan kementerian dan lembaga (K/L) punya sense of crisis di tengah lonjakan kasus COVID-19.

"Untuk itu seluruh menteri, kepala lembaga dilarang untuk berpergian ke luar negeri, yang boleh berpergian ke luar negeri hanya Menteri Luar Negeri karena memang sesuai dengan bidang tugasnya," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung Kamis (16/7/2021).

Kunjungan menteri ke luar negeri selanjutnya harus mendapatkan izin langsung Jokowi.

"Yang lainnya kalau ada hal bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung dari Bapak Presiden," katanya.

Sedangkan baru-baru ini ada sejumlah menteri yang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Singapura, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia ke Amerika Serikat.

Mengutip siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga melakukan kunjungan kerja selama 2 hari ke Singapura mulai 13 Juli hingga 14 Juli 2021.

Dalam kunjungan kerja ini Airlangga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Wakil Perdana Menteri Singapura yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat, Menteri Senior dan Menteri Koordinator Bidang Sosial Tharman Shanmugaratnam, Menteri Luar Negeri Dr Vivian Balakrishnan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kedua Dalam Negeri, dan Menteri yang bertanggung jawab atas Smart Nation dan Cybersecurity Josephine Teo.

Airlangga juga dijadwalkan akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Bilateral Singapura - Indonesia bersama Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong.

Sedangkan Bahlil belum lama ini juga ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi khususnya di bidang investasi Indonesia dan AS. Dalam kunjungannya Bahlil menyampaikan informasi bahwa proses pengajuan izin investasi, pengusaha AS tidak perlu ke Indonesia.

Kemudian M Lutfi juga ke AS bertemu para perwakilan RI di Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut membahas peran ekonomi digital terhadap perekonomian nasional dan potensi sektor ekonomi digital di Indonesia.

(ara/ara)